MALANG – Pengemudi ojek online (ojol) dan taksi daring di Kota Malang akan bergabung dengan aksi unjuk rasa serentak pada Selasa, 20 Mei 2025. Aksi ini akan dilakukan dengan cara menonaktifkan aplikasi secara massal selama aksi berlangsung.
Aksi ini tidak hanya akan terjadi di Kota Malang, tetapi juga di berbagai kota besar lainnya, seperti Jakarta dan Surabaya. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, mengimbau masyarakat untuk beralih sementara waktu ke moda transportasi angkutan kota selama aksi demo berlangsung.
Widjaja menjelaskan bahwa terdapat 17 trayek angkutan kota yang tersebar di seluruh wilayah Kota Malang, dengan total sekitar 1.200 unit armada. Dari jumlah tersebut, sekitar 600 unit dalam kondisi layak jalan dan dapat menjadi alternatif transportasi bagi masyarakat.
Sementara itu, warga Kecamatan Blimbing, Anang (24), mengaku khawatir jika layanan ojol tidak bisa digunakan. Ia mengandalkan ojol untuk mobilitas sehari-hari, termasuk untuk pergi ke kampus. Anang menyatakan bahwa jika ojol tidak tersedia, ia terpaksa mencari alternatif lain, seperti menggunakan angkutan kota atau menumpang kendaraan teman.
Aksi demo ojol ini membawa 5 tuntutan, di antaranya: (1) Presiden RI dan Menteri Perhubungan memberikan sanksi tegas kepada perusahaan aplikasi pelanggar regulasi Pemerintah RI / Permenhub PM No.12 tahun 2019, Kepmenhub KP No.1001 tahun 2022; (2) DPR RI Komisi V agar menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) gabungan Kemenhub, Asosiasi, dan Aplikator; (3) Potongan Aplikasi 10%; (4) Revisi Tarif Penumpang (hapus aceng, slot, hemat, prioritas dll); dan (5) Tetapkan Tarif Layanan Makanan dan Kiriman Barang, libatkan Asosiasi, Regulator, Aplikator, dan YLKI.
Menurut Widjaja, pihaknya akan melakukan koordinasi untuk mengantisipasi dampak aksi demo tersebut dan memaksimalkan pelayanan angkutan kota. Ia berharap masyarakat dapat beralih sementara waktu ke moda transportasi angkutan kota selama aksi berlangsung.
Perlu diketahui bahwa aksi demo ojol ini merupakan bagian dari gerakan nasional yang akan dilakukan secara serentak di berbagai kota besar di Indonesia. Para pengemudi ojol dan taksi daring berharap agar tuntutan mereka dapat didengar dan ditindaklanjuti oleh pemerintah.
Bagi masyarakat Kota Malang yang biasa menggunakan layanan ojol, aksi demo ini tentunya akan berdampak pada mobilitas mereka sehari-hari. Namun, dengan adanya alternatif transportasi angkutan kota, diharapkan masyarakat dapat tetap melakukan aktivitasnya dengan lancar selama aksi demo berlangsung.
Pihak Dishub Kota Malang juga menegaskan bahwa mereka akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengantisipasi dampak aksi demo dan memastikan pelayanan angkutan kota dapat berjalan dengan optimal. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir gangguan yang mungkin terjadi pada masyarakat Kota Malang.
Sebagai informasi tambahan, aksi demo ojol ini merupakan salah satu bentuk perjuangan para pengemudi untuk memperjuangkan hak-hak mereka dan mendorong pemerintah untuk melakukan perbaikan dalam regulasi dan kebijakan terkait industri transportasi daring di Indonesia. Diharapkan, melalui aksi ini, suara dan tuntutan para pengemudi dapat didengar dan ditindaklanjuti dengan baik.







