Pengahargaan untuk Kota Malang, Anggaran Miliaran dan Program Inklusif Dapat Apresiasi Pendidikan dari Menteri

Lagi dan lagi pemerintah Kota Malang berhasil meraih penghargaan berskala Nasional, dimana Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menerima penghargaan "Apresiasi Daerah Peduli Akses dan Infrastruktur…

Zona Malang – Lagi dan lagi pemerintah Kota Malang berhasil meraih penghargaan berskala Nasional, dimana Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menerima penghargaan “Apresiasi Daerah Peduli Akses dan Infrastruktur Pendidikan” yang diserahkan langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, di Jakarta pada Kamis (11/9) malam.

Hal itu karena upaya dan komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Malang dalam membangun ekosistem pendidikan yang merata dan berkualitas kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional.

Penghargaan yang diberikan dalam acara HUT ke-14 Kompas TV ini menyoroti sejumlah keberhasilan Kota Malang, mulai dari alokasi anggaran yang signifikan, implementasi program strategis nasional seperti Sekolah Rakyat, hingga keberhasilan menekan angka anak tidak sekolah.

Wali Kota Wahyu Hidayat menyatakan bahwa apresiasi ini adalah buah dari komitmen kuat untuk menjalankan program Dasa Bakti Kota Malang, yakni Ngalam Pinter.

Berbagai program konkret telah dijalankan, seperti pemberian beasiswa, bantuan seragam gratis, revitalisasi gedung sekolah, penyediaan bus sekolah, hingga dukungan digitalisasi. Komitmen ini diperkuat dengan alokasi anggaran sebesar Rp7,08 miliar untuk sarana dan prasarana SD dan SMP sepanjang tahun 2025.

Salah satu inovasi yang disorot adalah komitmen terhadap pendidikan inklusif. Kota Malang memiliki Unit Pelaksana Teknis (UPT) Layanan Pendidikan bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dan mereplikasi program inovatif Jarik Ma’Siti di berbagai sekolah negeri untuk memperluas jangkauan pendidikan bagi semua anak.

Keberhasilan program prioritas nasional seperti Sekolah Rakyat SRMP 16 juga menjadi nilai tambah. “Alhamdulillah Kota Malang menjadi satu dari seratus pemda yang sudah melaksanakan kebijakan ini,” jelas Wahyu.

Upaya-upaya tersebut membuahkan hasil yang terukur. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Malang pada tahun 2024 mencapai 84,68, menempatkannya di peringkat kedua tertinggi se-Jawa Timur. Lebih impresif lagi, Pemkot Malang berhasil menekan jumlah Anak Tidak Sekolah (ATS) hingga 41 persen dalam setahun, dari 5.555 anak menjadi sekitar 3.250 anak pada tahun 2025.

Wali Kota Wahyu Hidayat menegaskan bahwa pencapaian ini adalah hasil sinergi dan kolaborasi berbagai pihak. “Ke depan tantangannya akan semakin besar. Mari kita melangkah bersama agar iklim pendidikan di Kota Malang akan semakin baik,” pungkasnya.

Penghargaan ini menjadi sebuah penegasan penting bagi warga Kota Malang. Prestasi di tingkat nasional ini bukan sekadar seremoni, melainkan sebuah konfirmasi bahwa kebijakan pemerintah kota dan alokasi anggarannya telah terbukti berhasil meningkatkan kualitas hidup warganya melalui sektor pendidikan.

Bagi para orang tua dan pelajar, ini berarti adanya jaminan nyata terhadap perbaikan fasilitas sekolah, perluasan akses bantuan pendidikan, serta komitmen kuat untuk memastikan setiap anak di Kota Malang mendapatkan kesempatan belajar yang layak dan berkualitas.