Dukung Program Anti-Stunting, Babinsa Koramil Klojen Malang Dampingi Pembagian Makanan Bergizi untuk Anak Sekolah

Sebagai wujud dukungan terhadap program pemerintah dalam percepatan penurunan angka stunting, Bintara Pembina Desa (Babinsa) dari Koramil 0833-01/Klojen turut serta dalam kegiatan pendampingan pembagian makanan…

Zona Malang – Sebagai wujud dukungan terhadap program pemerintah dalam percepatan penurunan angka stunting, Bintara Pembina Desa (Babinsa) dari Koramil 0833-01/Klojen turut serta dalam kegiatan pendampingan pembagian makanan bergizi gratis. Acara yang menyasar anak-anak sekolah ini digelar di wilayah Kelurahan Bareng, Kecamatan Klojen, Kota Malang, pada Selasa (9/9) lalu.

Kehadiran Babinsa, Serda Putu, dalam kegiatan ini bertujuan untuk memastikan proses distribusi bantuan makanan berjalan dengan tertib, aman, dan lancar. Ini merupakan salah satu contoh nyata sinergi lintas sektor antara TNI, pemerintah daerah, serta unsur kesehatan dan pendidikan.

“Kami dari Koramil 0833-01/Klojen siap mendukung kegiatan-kegiatan positif seperti ini. Pemberian makanan bergizi kepada anak sekolah sangat penting untuk menunjang tumbuh kembang mereka,” ujar Serda Putu di sela-sela kegiatan.

Dalam program tersebut, para siswa menerima paket makanan dengan menu gizi seimbang yang terdiri dari karbohidrat, protein hewani dan nabati, sayuran, serta buah-buahan. Tidak hanya membantu proses pembagian, Babinsa juga mengambil peran untuk memberikan edukasi singkat kepada para siswa mengenai pentingnya menjaga pola makan yang sehat.

Keterlibatan aparat kewilayahan ini mendapat apresiasi dari pihak sekolah dan para orang tua murid. Peran Babinsa yang tidak hanya terbatas pada urusan keamanan, tetapi juga aktif dalam program sosial, dinilai memperkuat hubungan antara TNI dan masyarakat.

Keterlibatan Babinsa dalam program penanganan stunting ini menjadi sebuah hal penting. Bagi masyarakat, kehadiran aparat berseragam dalam kegiatan sosial seperti ini tidak hanya membantu kelancaran acara, tetapi juga memberikan bobot dan penekanan akan keseriusan pemerintah dalam menangani isu-isu krusial seperti gizi anak.

Ini menunjukkan bahwa program nasional anti-stunting dijalankan dengan kerja sama yang solid di tingkat paling bawah, memastikan bantuan dan edukasi sampai kepada mereka yang paling membutuhkan.