Profesor Baru UB Gagas Model Crowdfunding “Penta-helix” sebagai Solusi Pembiayaan Modern untuk UMKM

Di tengah dominasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam struktur ekonomi Indonesia, masalah akses pembiayaan masih menjadi salah satu tantangan terbesar. Menjawab persoalan ini,…

Zona Malang – Di tengah dominasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam struktur ekonomi Indonesia, masalah akses pembiayaan masih menjadi salah satu tantangan terbesar. Menjawab persoalan ini, Prof. Dr. Dra. Nur Khusniyah Indrawati, M.Si dari Universitas Brawijaya (UB) menggagas sebuah model baru yang memanfaatkan crowdfunding (urun dana) sebagai alternatif pembiayaan modern.

Dalam orasi ilmiahnya, Profesor Nur Khusniyah yang baru dikukuhkan pada Selasa (14/10) di Gedung Samanta Krida, memperkenalkan model transformasi pembiayaan UMKM yang tidak hanya mengandalkan platform urun dana, tetapi juga melibatkan kolaborasi aktor “penta-helix”.

Kolaborasi Penta-helix sebagai Ekosistem Pendukung

Model yang digagas oleh profesor dalam bidang Ilmu Keuangan Strategi ini melampaui konsep crowdfunding konvensional. Ia menekankan pentingnya keterlibatan ekosistem pendukung yang terdiri dari lima elemen penta-helix: pemerintah, akademisi, pelaku bisnis (industri), komunitas, dan media.

“Kolaborasi antar aktor crowdfunding dan penta-helix memiliki efektivitas yang lebih tinggi serta mampu mengembangkan inovasi pengetahuan yang berpotensi bertransformasi menjadi produk bernilai,” ujar profesor dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UB ini dikutip Zona Malang berita terbaru dan terpercaya di Malang dari laman Feb Prastya UB.

Menurutnya, keterlibatan aktif dari kelima elemen ini akan memberikan dukungan teknis dan edukasi yang krusial bagi para pelaku UMKM. Akademisi dapat memberikan riset dan pendampingan, pemerintah menciptakan regulasi yang mendukung, industri memberikan bimbingan pasar, komunitas membantu sosialisasi, dan media memperluas jangkauan promosi.

Menuju Kinerja Superior

Profesor Nur berharap, dengan memanfaatkan model crowdfunding yang didukung ekosistem penta-helix ini, UMKM dapat menutup kesenjangan dan mengatasi kesulitan dalam mengakses sumber dana eksternal. Dengan pembiayaan yang lebih mudah diakses dan didukung oleh pendampingan yang komprehensif, UMKM diharapkan dapat menjalankan operasionalnya dengan lebih baik dan pada akhirnya mencapai kinerja yang superior.

“Transformasi pembiayaan UMKM melalui crowdfunding menuju kinerja superior merupakan model baru yang melengkapi model lama yang sederhana,” pungkasnya.

Poin Penting untuk Pelaku UMKM

Gagasan ini menjadi kabar penting bagi Anda para pelaku UMKM yang selama ini kesulitan mendapatkan akses permodalan dari lembaga keuangan formal. Model yang ditawarkan oleh Profesor Nur Khusniyah tidak hanya menjanjikan solusi pendanaan, tetapi juga membangun sebuah ekosistem pendukung yang lengkap.

Ini berarti, selain mendapatkan modal dari masyarakat luas melalui crowdfunding, Anda juga berpotensi mendapatkan bimbingan teknis dari para ahli, dukungan kebijakan dari pemerintah, serta akses pasar dan promosi yang lebih luas. Ini adalah sebuah pendekatan holistik yang dapat menjadi kunci bagi UMKM untuk tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang dan “naik kelas”.