Trofeo Legenda Gajayana Meriahkan Sumpah Pemuda, Wawali Ali Turun Membela SAM FC

Menjelang peringatan Sumpah Pemuda 28 Oktober, Pemerintah Kota Malang menggelar Trofeo Legenda Gajayana di Stadion Gajayana pada Jumat 24 Oktober 2025.

Zona Malang – Menjelang peringatan Sumpah Pemuda 28 Oktober, Pemerintah Kota Malang menggelar Trofeo Legenda Gajayana di Stadion Gajayana pada Jumat 24 Oktober 2025. Tiga tim tampil dalam format trofeo tiga babak, yaitu Indonesia Muda Legends, SAM FC, dan Persema Legends.

Atmosfer nostalgia terasa kuat karena deretan pemain legendaris Kota Malang kembali menginjak rumput Gajayana, sementara Jurnalis Malang Raya FC ikut memanaskan suasana dengan laga pendamping.

Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin yang akrab dengan dunia sepak bola ikut memperkuat SAM FC. Kehadiran pejabat publik di lapangan disambut antusias penonton yang menikmati pertandingan persahabatan tanpa tensi berlebihan namun tetap kompetitif. Ali menilai trofeo seperti ini efektif menjaga denyut ekosistem sepak bola Kota Malang sekaligus mempererat silaturahmi antara legenda, komunitas, dan insan media.

“Pertandingan ini bagian dari cara kita menyambut Sumpah Pemuda. Semangat anak muda perlu terus dipompa melalui olahraga, khususnya sepak bola yang menyehatkan badan dan menjernihkan pikiran,” ujar Ali seusai laga.

Ia mengajak generasi muda menjadikan olahraga sebagai kebiasaan agar tumbuh sehat, tangguh, dan berkarakter. Menurutnya, sepak bola memiliki daya tarik luas sehingga cocok menjadi wahana pembinaan moral dan disiplin sejak dini.

Pada momentum Sumpah Pemuda, Ali mengingatkan pentingnya refleksi kolektif agar lahir generasi bermoral, berprestasi, dan berdaya saing yang meneruskan cita-cita para pendiri bangsa

Pemerintah kota menyiapkan langkah lanjutan berupa kompetisi yang digelar rutin, terutama untuk kelompok usia dini. Agenda terdekat yang tengah dimatangkan adalah kejuaraan sepak bola usia dini dalam rangka Hari Pahlawan pada November mendatang.

“Kita berharap dari ajang seperti ini muncul pesepak bola berkualitas yang kelak bisa berkiprah di level nasional bahkan internasional,” kata Ali.

Ia menambahkan aspek teknis kejuaraan usia dini segera diumumkan setelah koordinasi dengan sekolah sepak bola dan pemangku kepentingan rampung. Pemerintah daerah menargetkan pembinaan berjenjang dari turnamen komunitas hingga program pembibitan formal agar bakat muda Kota Malang tersalurkan dengan baik.