KOTA MALANG, Zona Malang – Rencana pembenahan Jembatan Sonokembang Sulfat Blimbing Kota Malang kembali tertahan. Pemerintah Kota Malang menyatakan belum mampu mengeksekusi pekerjaan fisik dalam waktu dekat karena kebutuhan biaya mencapai sekitar Rp5 miliar, di atas ruang fiskal yang tersedia pada sisa tahun anggaran.
Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Dandung Djulharjanto, mengatakan alokasi perbaikan hingga akhir 2025 belum bisa dipenuhi. Opsi memanfaatkan Biaya Tak Terduga sempat dibuka, namun nilainya tidak menutup total kebutuhan. “Sementara ini sudah akhir tahun, belum teranggarkan. Kemarin sempat ada petunjuk dari Pak Wali untuk menggunakan BTT, tapi nilainya juga terbatas,” ujarnya.
Menurut Dandung, porsi BTT yang tersedia sekitar Rp2 miliar. Kesenjangan pendanaan itu membuat pekerjaan menyeluruh tidak mungkin dimulai sekarang, terlebih waktu pengerjaan kian tipis. “Proses pengadaan saja membutuhkan waktu minimal 45 hari, sedangkan waktu kita sudah sangat sempit,” jelasnya.
Sebagai langkah darurat, dinas menyiapkan jembatan sementara untuk menjaga kelancaran akses warga. Pembangunan akan dikoordinasikan dengan Balai Provinsi Jawa Timur, bersamaan dengan pembongkaran dan pembersihan sisa struktur lama. “Kita akan bangun jembatan sementara atau jembatan bele sambil melakukan pembongkaran dan pembersihan sisa struktur lama,” terang Dandung.
Penggunaan jembatan darurat nantinya tidak bersifat bebas. Pemerintah kota menegaskan akan ada pembatasan kendaraan yang boleh melintas demi menjaga keselamatan dan daya tahan struktur sementara. “Terutama kendaraan berat yang biasa lewat pada malam hari, itu akan dilarang,” tegasnya.
Dengan penundaan ini, arus lalu lintas di sekitar Sonokembang akan bergantung pada pengaturan selama masa pekerjaan persiapan. Pemkot menekankan prioritas saat ini adalah memastikan mobilitas warga tetap terjaga, sembari menuntaskan skema pendanaan agar perbaikan permanen bisa dijalankan pada periode anggaran berikutnya.







