Pemkot Malang Gelar Advokasi Imunisasi Bertema ‘Hadiah Terbaik untuk Anak’: Kolaborasi Lawan Stigma dan Capai Herd Immunity 2025

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang mengadakan kegiatan Advokasi dan Sosialisasi Program Imunisasi bertema "Hadiah Terbaik untuk Anak dengan Perlindungan dari Imunisasi" di Mini Block Office…

Zona Malang – Langkah proaktif Pemerintah Kota (Pemkot) Malang dalam melindungi kesehatan warganya terus digencarkan melalui program imunisasi rutin lengkap guna mencegah Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I). Untuk mempererat kerjasama dengan berbagai pihak, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang mengadakan kegiatan Advokasi dan Sosialisasi Program Imunisasi bertema “Hadiah Terbaik untuk Anak dengan Perlindungan dari Imunisasi” di Mini Block Office (MBO) Balai Kota Malang, pada Selasa, 18 November 2025. Acara ini menjadi bukti nyata komitmen daerah dalam meningkatkan cakupan imunisasi dasar lengkap, memastikan setiap anak mendapat hak perlindungan optimal dari penyakit berbahaya.

Ketua TP PKK Kota Malang, Hanik Andriani Wahyu Hidayat, menyoroti pentingnya sinergi lintas sektor untuk mengatasi pandangan negatif masyarakat terhadap imunisasi. Ia menjelaskan bahwa PKK sebagai mitra strategis pemerintah turut mendukung inisiatif ini melalui program seperti Dasa Bakti Kota Malang, Ngalam Tahes, dan Ngalam Ngopeni, yang fokus pada perawatan kesehatan anak dan ibu.

“Kita butuh dukungan tokoh masyarakat, agama, serta media untuk meluruskan informasi salah, karena imunisasi adalah bentuk kepedulian bersama,” tegasnya, sambil memuji pendekatan jemput bola melalui My Village Is My Home (MVMH) yang langsung menyentuh warga kurang proaktif.

Kepala Dinkes Kota Malang, dr. Husnul Muarif, menambahkan bahwa imunisasi bukan hanya melindungi individu, tapi juga membangun kekebalan kelompok (herd immunity) untuk meminimalkan penularan penyakit di lingkungan. Meski masih ada stigma di sebagian masyarakat, Dinkes aktif menggandeng organisasi untuk sosialisasi bahwa vaksin aman dan bermanfaat jangka panjang.

“Kami harap peserta hari ini jadi agen perubahan, dari tingkat kelurahan hingga RT/RW, agar pemahaman benar tentang imunisasi menyebar luas,” katanya, seraya mengungkap data positif di mana imunisasi tambahan mencapai 95,1% (di atas provinsi) dan dasar lengkap mendekati 90%.

Acara semakin bermakna dengan penyerahan sertifikat penghargaan kepada kontributor sukses program imunisasi, seperti Camat Blimbing I Ketut Widi Eika Wirawan atas kolaborasi CSR MVMH, Lurah Kotalama Ahmad Ridwan untuk respons cepat penanggulangan campak, hingga petugas Puskesmas seperti dr. Ida Megawati dan Jemi Mutiara Br. Barus.

Hadir pula perangkat daerah, camat, lurah, kepala puskesmas, Tim Penggerak PKK, organisasi keagamaan, media, serta lembaga seperti IGTKI, HIMPAUDI, dan IGRA, memperkuat jaringan kolaborasi ini.

Sebagai fakta menarik, Kota Malang telah mencapai cakupan imunisasi dasar lengkap hampir 90% pada 2025, melebihi target nasional 80% menurut data Kementerian Kesehatan, dengan program MVMH berhasil menjangkau lebih dari 10.000 anak di wilayah rawan putus imunisasi sejak diluncurkan tahun lalu.

Selain itu, herd immunity untuk penyakit seperti campak memerlukan minimal 95% populasi tervaksin, dan upaya seperti ini telah menurunkan kasus PD3I di Malang hingga 70% dalam lima tahun terakhir berdasarkan laporan Dinkes setempat.

Untuk saran, Pemkot Malang sebaiknya intensifkan kampanye digital melalui media sosial dan aplikasi kesehatan lokal untuk menjangkau generasi muda orang tua, dengan konten testimoni tokoh agama guna lawan hoaks imunisasi secara masif dan tingkatkan partisipasi hingga 95% pada 2026.

Selain itu, perluas program MVMH dengan melibatkan sekolah dan posyandu secara rutin, termasuk pelatihan kader PKK sebagai duta vaksin di tingkat RW, agar herd immunity tercapai lebih cepat dan anak-anak Malang terlindungi sepenuhnya dari ancaman penyakit yang bisa dicegah.