Sisihkan 72 Peserta, Brand ‘Zama’ Sabet Juara 1 di Ajang UMKM Award Kota Malang 2025

MALANG, Zona Malang – Gedung Malang Creative Center (MCC) kembali menjadi saksi bisu lahirnya jawara-jawara baru di dunia wirausaha. Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang sukses menggelar hajatan besar bertajuk UMKM Award Kota Malang 2025, pada Kamis (27/11/2025).

Ajang bergengsi ini bukan sekadar seremonial pembagian piala. Lebih dari itu, kompetisi ini dirancang sebagai panggung apresiasi sekaligus “bensin” motivasi bagi para pelaku usaha kecil untuk mengerek kualitas produk dan daya saing mereka di pasaran.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, yang hadir langsung dalam acara tersebut menekankan peran vital UMKM. Menurutnya, sektor ini adalah tulang punggung ekonomi yang terbukti tahan banting, bahkan saat badai krisis pandemi menghantam beberapa waktu lalu.

Wahyu memastikan Pemkot Malang tidak akan lepas tangan. Komitmen ini selaras dengan visi Dasa Bakti ‘Ngalam Laris’. Pemerintah berjanji hadir mendampingi total, mulai dari urusan pembiayaan, strategi promosi, desain kemasan, hingga legalitas merek dan sertifikasi halal.

“Dari total sekitar 80.000 UMKM yang tumbuh di Kota Malang, sebanyak 42.270 di antaranya sudah berhasil kami kurasi. Kurasi ini sangat penting agar pendampingan yang diberikan pemerintah bisa tepat sasaran,” tegas Wahyu menjabarkan data riil di lapangan.

Sementara itu, Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, merinci antusiasme peserta. Tercatat ada 72 UMKM yang bertarung sengit dalam seleksi tahun ini. Dari jumlah tersebut, terpilih enam nominator terbaik yang bersaing ketat memperebutkan gelar juara.

Setelah melalui penilaian dewan juri yang ketat, predikat Juara I akhirnya jatuh kepada Zama. Posisi Juara II diamankan oleh Goodsigma Sportwear, disusul Mama Ni yang harus puas menempati posisi Juara III.

Tak hanya juara utama, penghargaan kategori khusus juga diberikan untuk mengapresiasi keunikan usaha. Athaya Art dinobatkan sebagai Popular UMKM, Pandubima meraih predikat Marketable UMKM, dan Batik Blimbing Malang sukses menyabet gelar Favourite UMKM.

Dalam kesempatan ini, Diskopindag juga membagikan fasilitas konkret kepada pelaku usaha. Bantuan tersebut meliputi desain dan cetak kemasan untuk 40 UMKM, fasilitasi sertifikasi halal bagi 137 UMKM, serta sertifikasi merek untuk 122 pelaku usaha agar terlindungi secara hukum.

Acara pun ditutup dengan diskusi bernas lewat talkshow bertema kolaborasi ekosistem. Menghadirkan narasumber dari DPRD, Kemenkeu Jatim, hingga akademisi, forum ini sepakat bahwa sinergi adalah kunci agar produk lokal Malang mampu menembus pasar global.

Data bahwa 42.270 UMKM telah terkurasi dari total 80.000 unit usaha adalah capaian yang patut diapresiasi. Ini menunjukkan Pemkot Malang memiliki database yang kuat untuk memetakan potensi ekonomi warganya. Namun, pekerjaan rumah selanjutnya adalah memastikan UMKM yang sudah dikurasi ini tidak “jalan di tempat”. Program ‘Ngalam Laris’ harus benar-benar diwujudkan dalam bentuk transaksi riil, bukan sekadar slogan di atas kertas.

Pemberian fasilitas kemasan dan sertifikasi merek adalah langkah taktis yang sangat dibutuhkan pengusaha kecil. Seringkali, produk UMKM kalah bersaing dengan produk pabrikan bukan karena rasa atau kualitas, melainkan karena kemasan yang kurang menarik dan ketiadaan legalitas. Dengan bantuan ini, produk lokal Malang diharapkan bisa tampil lebih “pede” di rak-rak supermarket modern maupun etalase marketplace digital.