Zona Malang – Rumah Sakit Universitas Brawijaya (RSUB) resmi memperkenalkan fasilitas terbaru mereka, Infection Disease Center (IDC), melalui seremoni pembukaan pada Sabtu (10/1). Acara ini dihadiri jajaran petinggi negara dan mitra internasional, termasuk H.E. Mr. Ralf Beste (Duta Besar Jerman untuk Indonesia), Mr. Maciej Tumulec (Deputy Head of Mission Kedutaan Polandia), Mr. Jerome Pons (Head of Cooperation Delegasi Uni Eropa), serta Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D.Med (Rektor UB). Turut hadir pula perwakilan Kementerian Kesehatan, pejabat daerah, dan mitra akademik.
Sebagai simbol rasa syukur, seremoni pembukaan dimeriahkan dengan pertunjukan gamelan dan tari tradisional. IDC dibangun untuk meningkatkan akses layanan kesehatan penyakit infeksi dan emerging yang berkualitas bagi lebih dari 42 juta penduduk Jawa Timur.
Dalam sambutannya, Prof. Widodo menegaskan komitmen UB untuk bersinergi dengan pemerintah dalam menghadapi isu kesehatan strategis. Salah satunya adalah penanganan kanker, di mana UB tengah menjajaki pengembangan klinik imunoterapi.
Selain itu, UB juga aktif mengembangkan riset vaksin, mulai dari vaksin konvensional, rekombinan, hingga berbasis RNA. “Kami sangat berharap dukungan dari berbagai pihak agar riset-riset ini dapat berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Proyek IDC ini didanai melalui hibah senilai EUR 4.980.000 (sekitar Rp80 miliar) dari Uni Eropa melalui KfW Development Bank kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Inisiatif ini merupakan bagian dari program Global Gateway Uni Eropa, strategi baru untuk mendorong koneksi cerdas, bersih, dan aman di sektor digital, energi, transportasi, serta memperkuat sistem kesehatan, pendidikan, dan penelitian di seluruh dunia.
Fasilitas unggulan IDC RSUB meliputi layanan rawat jalan infeksius, layanan gawat darurat, fasilitas daycare untuk transit kasus non-definitif, layanan rawat inap infeksius dengan kapasitas intensif, serta Laboratorium Biosafety Level-2.
Hadirnya IDC bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan komitmen RSUB bersama mitra internasional dalam memperkuat ketahanan kesehatan nasional. Melalui riset, pelayanan intensif, dan deteksi dini penyakit menular, RSUB siap menjadi garda terdepan dalam layanan kesehatan modern dan inklusif bagi masyarakat Jawa Timur.







