Alun-alun Merdeka Kota Malang Kembali Dibuka Usai Revitalisasi 105 Hari

Alun-alun Merdeka Kota Malang yang sempat di revitalisasi resmi dibuka lagi pada Januari 2026.

Zona Malang – Landmark ikonik Kota Malang, Alun-alun Merdeka, resmi kembali dibuka untuk umum setelah menjalani proses revitalisasi selama 105 hari. Peresmian dilakukan langsung oleh Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, pada Rabu malam (28/1/2026), menandai babak baru bagi ruang terbuka publik yang telah menjadi saksi sejarah kota sejak era kolonial Belanda.

Revitalisasi ini berhasil mengubah wajah Alun-alun Merdeka menjadi lebih modern, tertata rapi, dan nyaman. Fasilitas baru yang dihadirkan mencakup air mancur megah dengan sorotan lampu warna-warni yang gemerlap di malam hari, wahana permainan anak yang aman dan menarik, serta penataan ruang terbuka hijau (RTH) yang lebih luas dan representatif.

Begitu dibuka, kawasan langsung diserbu warga dan keluarga yang penasaran menikmati suasana baru.

Wali Kota Wahyu Hidayat menekankan bahwa Alun-alun Merdeka bukan sekadar tempat rekreasi, melainkan destinasi favorit warga Malang Raya dan wisatawan.

IMG 9194
Suasana saat peresmian revitalisasi alun-alun Kota Malang

”Selama 105 hari direvitalisasi, kini alun-alun tampil mbois dengan air mancur berlampu, mainan anak baru, dan RTH yang bisa dinikmati semua kalangan,” ujarnya dalam sambutan peresmian. Ia menegaskan proses dilakukan hati-hati agar nilai sejarah dan identitas kawasan tetap terjaga, termasuk integrasi dengan kawasan Kayutangan Heritage serta simbol toleransi antarumat beragama yang melekat di lokasi tersebut.

Bekerjasama Dengan Banyak Pihak

Dari sudut pandang pembangunan kota, revitalisasi ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kota Malang dan Bank Jatim melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dengan total anggaran Rp5 miliar.

Wahyu menjelaskan bahwa konsep awal dari Bank Jatim dikembalikan ke masyarakat melalui diskusi dengan komunitas, sehingga hasil akhir tidak hanya fisik tapi juga mencerminkan aspirasi warga.

“Saya ingin konsep ini kembali ke masyarakat Kota Malang. Kita tidak boleh menolak lupa sejarah,” tegasnya.

Alun-alun Merdeka tetap diposisikan sebagai paru-paru kota (RTH) yang berfungsi sebagai ruang interaksi sosial, hiburan gratis, dan pelestarian lingkungan.

Plh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang, menambahkan bahwa proyek dimulai 8 Oktober 2025 dan selesai 100 persen pada 20 Januari 2026, sehingga bisa menjadi sarana hiburan berkualitas bagi masyarakat.

Direktur Bisnis Mikro, Ritel, dan Usaha Syariah Bank Jatim, Tony Prasetyo, menyatakan harapan agar sinergi ini berlanjut. “Semoga kita bisa terus bersinergi secara berkelanjutan, dan semuanya dimulai dari Alun-alun Merdeka ini,” pungkasnya.

Secara keseluruhan, peresmian ini menjadi momen kebanggaan bagi Kota Malang. Dengan wajah baru yang lebih ramah anak, estetis, dan bersejarah, Alun-alun Merdeka diharapkan semakin memperkuat daya tarik wisata kota, sekaligus menjadi tempat berkumpul keluarga serta simbol keberlanjutan pembangunan berbasis partisipasi masyarakat.