Zona Malang, 7 April 2026 — Warga Kota Malang perlu bersiap menghadapi cuaca basah pada Selasa ini. Berdasarkan data prakiraan cuaca terkini, seluruh wilayah di Kota Pendidikan tersebut diprediksi akan dilanda hujan ringan sepanjang hari, mulai dari kawasan pusat kota hingga wilayah pinggiran. Kondisi ini berlaku merata di lima kecamatan utama yang membentang dari utara hingga selatan kota.
Meski intensitas hujan tergolong ringan oleh BMKG, tingkat kelembapan udara yang cukup tinggi menjadi catatan penting bagi masyarakat. Variasi suhu antarwilayah terpaut tipis, namun kelembapan di beberapa titik mencapai angka yang cukup signifikan dan berpotensi memengaruhi kenyamanan serta kesehatan warga yang beraktivitas di luar ruangan.
Berikut rincian prakiraan cuaca per kecamatan untuk Selasa, 7 April 2026:
| Kecamatan | Kondisi Cuaca | Suhu (°C) | Kelembapan (%) |
|---|---|---|---|
| Blimbing | Hujan Ringan | 21–28 | 67–96 |
| Klojen | Hujan Ringan | 21–28 | 67–97 |
| Kedungkandang | Hujan Ringan | 22–29 | 67–97 |
| Sukun | Hujan Ringan | 21–29 | 68–98 |
| Lowokwaru | Hujan Ringan | 20–28 | 68–97 |
Di wilayah Klojen yang merupakan pusat pemerintahan dan aktivitas bisnis kota, suhu berkisar antara 21 hingga 28°C dengan kelembapan yang dapat menyentuh angka 97 persen. Kondisi ini berpotensi membuat udara terasa lebih pengap meski hujan tidak turun deras.
Sementara itu, Kecamatan Kedungkandang mencatat suhu tertinggi dibandingkan wilayah lain, yakni mencapai 29°C. Wilayah yang terletak di bagian timur kota ini juga memiliki karakteristik topografi yang berbeda, sehingga fluktuasi suhu hariannya cenderung lebih tinggi dibandingkan kecamatan lainnya.
Kecamatan Sukun menjadi wilayah dengan tingkat kelembapan tertinggi, yakni mencapai 98 persen. Kondisi ini perlu mendapat perhatian khusus, terutama bagi warga yang memiliki riwayat gangguan pernapasan atau penyakit yang rentan terhadap perubahan cuaca lembap. Kelembapan ekstrem juga dapat mempercepat pertumbuhan jamur dan bakteri di lingkungan sekitar rumah.
Di sisi utara kota, Kecamatan Lowokwaru yang dikenal sebagai kawasan pendidikan dan permukiman padat justru mencatat suhu terendah, yakni 20°C. Bagi mahasiswa dan pelajar yang beraktivitas di kawasan ini, kondisi tersebut mengisyaratkan perlunya membawa jaket atau pakaian hangat selain payung.
Pihak berwenang mengimbau seluruh warga Kota Malang untuk mempersiapkan perlengkapan hujan seperti payung atau jas hujan sebelum meninggalkan rumah. Pengendara sepeda motor disarankan untuk lebih berhati-hati mengingat jalanan yang basah dapat meningkatkan risiko kecelakaan, terutama di titik-titik rawan genangan air.
Dari sisi kesehatan, tingkat kelembapan yang tinggi secara konsisten sepanjang hari dapat memicu berbagai gangguan, mulai dari pegal-pegal, kelelahan, hingga melemahnya daya tahan tubuh. Masyarakat dianjurkan untuk memperbanyak konsumsi air putih, menjaga asupan gizi, dan menghindari paparan hujan langsung dalam waktu lama.
Kondisi cuaca seperti ini juga menjadi perhatian bagi para pelaku usaha kuliner kaki lima dan pedagang pasar terbuka yang menggantungkan aktivitasnya pada cuaca cerah. Pemerintah kota diharapkan dapat memberikan informasi cuaca secara berkala dan mudah diakses oleh masyarakat luas, sehingga warga dapat merencanakan aktivitas harian dengan lebih bijak dan aman.







