“Konferensi ini adalah momentum untuk konsisten merancang langkah pengabdian yang berdampak nyata bagi masyarakat. GP Ansor harus terus menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan tegaknya NKRI dan menghadirkan semangat kebersamaan. Organisasi Islam, seperti GP Ansor, perlu beradaptasi dengan perkembangan zaman melalui modernisasi metode dakwah dan sistem organisasi,” tegasnya.
GP Ansor dan Peran Strategisnya
Sebagai salah satu badan otonom Nahdlatul Ulama (NU), GP Ansor telah menunjukkan kiprahnya sejak didirikan pada tahun 1934 di Banyuwangi, Jawa Timur. Organisasi ini tak hanya fokus pada dakwah, tetapi juga berperan dalam aspek kepemudaan, kemasyarakatan, dan kebangsaan.
Wabup Didik menilai, GP Ansor memiliki tanggung jawab moral untuk terus mendorong perubahan positif, baik dalam konteks lokal maupun nasional.
“GP Ansor telah berkontribusi signifikan dalam berbagai sektor, mulai dari reformasi pelayanan publik hingga mendorong pemerintahan yang bersih dan berintegritas. Di Kabupaten Malang, khususnya Kecamatan Pujon, GP Ansor diharapkan menjadi pelopor gerakan pemuda yang inspiratif,” ungkap Wabup Didik.
Ia juga menekankan pentingnya penguatan nilai-nilai 4 Pilar Kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI, kepada seluruh kader GP Ansor.
“Nilai-nilai ini harus menjadi fondasi yang kokoh dalam membangun kecintaan terhadap tanah air, selain juga menanamkan prinsip Islam Ahlus Sunnah wal Jama’ah sebagai pedoman hidup,” imbuhnya.







