Zonamalang.com, MALANG – Universitas Brawijaya (UB) terus memperluas jejaring internasional dengan menjajaki peluang kerja sama strategis bersama sejumlah institusi pendidikan dan riset di Qatar. Kolaborasi yang tengah dipersiapkan ini difokuskan pada bidang ketahanan pangan, pengelolaan lingkungan, ketersediaan air bersih, hingga pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang menjadi tantangan global di masa depan.
Penjajakan kerja sama tersebut dilakukan melalui serangkaian diskusi yang berlangsung pada akhir September 2026 dan dilanjutkan dengan penyusunan rencana implementasi program pada awal Oktober 2026. Kegiatan ini diinisiasi oleh direktorat di bawah bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Internasionalisasi bersama Senat Akademik Universitas Brawijaya.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya UB memperkuat peran sebagai perguruan tinggi berkelas dunia yang tidak hanya berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan global melalui kolaborasi lintas negara.
Qatar sendiri menghadapi sejumlah tantangan strategis, terutama terkait keterbatasan lahan pertanian dan sumber air bersih. Untuk menjawab persoalan tersebut, berbagai institusi di negara Timur Tengah itu terus mengembangkan inovasi berbasis riset dan teknologi.
Salah satunya melalui Hamad Bin Khalifa University (HBKU) yang memiliki pusat riset Qatar Environment and Energy Research Institute (QEERI). Lembaga tersebut aktif mengembangkan penelitian di bidang desalinasi air laut, pertanian lahan kering, energi surya, hingga pemanfaatan limbah menjadi sumber protein untuk pakan ternak.
Sementara itu, University of Doha for Science and Technology (UDST) berfokus pada pendidikan terapan dan penguatan kompetensi tenaga kerja nasional. Kampus tersebut mengembangkan berbagai program di bidang kecerdasan buatan (AI), keamanan siber, serta teknologi digital yang menjadi kebutuhan utama era transformasi industri.
Di sisi lain, Universitas Brawijaya dinilai memiliki kapasitas yang kuat untuk mendukung berbagai agenda pengembangan tersebut. Dengan 18 fakultas dan lebih dari 40 pusat riset serta inovasi, UB memiliki keunggulan dalam bidang pertanian, peternakan, kelautan, kedokteran hewan, genomik, kecerdasan buatan, hingga ekonomi sirkular.
Kerja sama akademik antara UB dan institusi di Qatar sebenarnya telah mulai terbangun dalam beberapa tahun terakhir. Hal itu ditandai dengan adanya publikasi ilmiah bersama antara peneliti UB dengan Qatar University dan Weill Cornell Medicine-Qatar pada periode 2024 hingga 2025.
Wakil Rektor IV UB, Prof. Andi Kurniawan, menyebut penjajakan kerja sama ini tidak hanya berfokus pada pertukaran akademik semata, melainkan diarahkan untuk menghasilkan kolaborasi yang mampu memberikan manfaat nyata bagi kedua belah pihak.
Melalui sinergi tersebut, Qatar diharapkan memperoleh dukungan penelitian dan pengembangan untuk menghadapi berbagai tantangan regional, khususnya di sektor pangan, pengelolaan sumber daya air, dan digitalisasi. Sementara UB berkesempatan memperluas akses terhadap laboratorium berstandar internasional, jejaring riset global, serta peluang sertifikasi profesi berskala internasional.
Sebagai bagian dari penguatan hubungan antarlembaga, sejumlah program telah mulai dipetakan. Di antaranya partisipasi dalam Qatar Education Expo 2027, pertukaran mahasiswa dan dosen, pengembangan penelitian bersama, hingga pelaksanaan program visiting lecturer.
Menariknya, pihak HBKU mendorong agar sejumlah proyek kolaboratif dapat segera dijalankan bersamaan dengan program yang sudah berlangsung, tanpa harus menunggu proses penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) selesai sepenuhnya.
Selain HBKU dan UDST, peluang kerja sama juga terbuka dengan Qatar Foundation yang memiliki fokus pada pengembangan pendidikan dan pertukaran budaya. Sementara Qatar University diproyeksikan menjadi mitra penting dalam memperluas kolaborasi publikasi ilmiah dan riset internasional.
Kedutaan besar dari kedua negara juga diharapkan berperan aktif dalam memfasilitasi komunikasi, diplomasi pendidikan, serta penguatan jejaring kelembagaan guna mempercepat realisasi berbagai program kerja sama yang telah direncanakan.
UB menilai keberhasilan penjajakan tahap awal ini akan menjadi pondasi penting dalam membangun kemitraan jangka panjang dengan institusi di Qatar. Untuk tahap awal, universitas akan memprioritaskan dua hingga tiga program kolaborasi yang dinilai paling siap untuk diimplementasikan.
Melalui pendekatan bertahap tersebut, kedua pihak berharap dapat membangun hubungan yang tidak hanya berorientasi pada pertukaran pengetahuan, tetapi juga menghasilkan inovasi dan solusi konkret yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat, baik di Indonesia maupun Qatar. Dengan demikian, kerja sama ini diharapkan berkembang menjadi kemitraan strategis yang saling menguatkan dalam menghadapi tantangan global di bidang pendidikan, riset, dan pembangunan sumber daya manusia.







