“Kita tidak pernah berharap ada bencana. Jadi kita harus waspada dan melakukan mitigasi secara komprehensif. Karena kita sering dihadapkan dengan bencana, resiliensi kita jadi luar biasa,” ujar Gubernur Khofifah.
Gus Iqdam juga menyoroti peran besar masyarakat dan relawan dalam kesiapsiagaan dan penanggulangan bencana. Ia menekankan adanya kegotongroyongan yang kuat di masyarakat Jawa Timur, yang terbukti dalam tingginya tingkat donasi dari masyarakat saat terjadi bencana.
“Alhamdulillah, masyarakat kita menganut adat kegotongroyongan yang sangat guyub. Bahkan kami pernah menghitung di tiap bencana, donasi dari masyarakat bisa mencapai hingga 85 persen dari total bantuan yang ada,” ungkapnya.
Selain itu, Gubernur Khofifah menjelaskan upaya-upaya yang telah dilakukan dalam penanggulangan bencana di Jawa Timur, seperti Pembentukan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di sekolah-sekolah dan Desa Tangguh Bencana (Destana) di 1.542 desa.







