Zona Malang – Pada hari Rabu (28/2/2024), sekitar 250 anggota Banser Kabupaten Pasuruan melakukan aksi demo di depan Pendopo Nyawiji Ngesti Wenganing Gusti, Kota Pasuruan. Mereka mengecam keras tindakan pencoretan wajah mantan Bupati M Irsyad Yusuf atau Gus Irsyad di logo Kopi Asli Kabupaten Pasuruan (Kapiten). Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes dan tuntutan atas kejadian tersebut.
Komandan Satuan Koordinasi Cabang (Kasatkorcab) Banser Kabupaten Pasuruan, Kosim, menegaskan bahwa mereka tidak menerima tindakan tersebut dan menuntut permintaan maaf dari Penjabat (Pj) Bupati Pasuruan kepada Gus Irsyad, baik secara terbuka maupun melalui forum lainnya. Mereka menyampaikan kekesalannya dengan tegas dalam orasi yang dilakukan di lokasi.
Setelah orasi, massa Banser meneriakkan yel-yel protes seperti “Ganti Pj bupati, Pj bupati tidak beretika…” sebagai bentuk ekspresi ketidakpuasan mereka. Aksi ini dilakukan dengan tertib dan diawasi ketat oleh aparat kepolisian.
Menurut informasi sebelumnya, Gus Irsyad merasa geram karena wajahnya dalam logo Kopi Kapiten Pasuruan dicoret-coret. Logo tersebut tercetak pada gelas kopi yang disajikan kepada tamu sidang paripurna DPRD. Tindakan tersebut dianggap sengaja untuk menutupi wajah Gus Irsyad yang merupakan ikon dalam logo tersebut.
Gus Irsyad menjelaskan bahwa logo Kapiten Pasuruan merupakan upaya branding produk kopi para petani Kabupaten Pasuruan saat ia menjabat sebagai bupati.
Logo tersebut memiliki hak cipta dan terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham). Hak cipta logo tersebut bukan atas namanya, melainkan milik petani kopi yang tergabung dalam Asosiasi Petani Kopi Indonesia (Apeki).
Aksi demo ini menyoroti pentingnya menghormati hak cipta dan simbol-simbol yang melambangkan identitas suatu daerah atau komunitas. Diharapkan, tuntutan massa Banser Pasuruan dapat disikapi dengan serius oleh pihak terkait untuk mencari solusi yang adil dan memenuhi keadilan bagi semua pihak yang terlibat.***







