Zona Malang – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang mengambil langkah tegas menyikapi kasus kekerasan atau penganiayaan yang melibatkan pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) di wilayah tersebut. Peristiwa menyedihkan dan viral ini terjadi pada Jumat, 1 Maret 2024.
Menurut Kepala Disdikbud Kota Malang, Suwarjana, pihaknya akan melakukan pembinaan kepada kepala sekolah, guru, serta memanggil yayasan yang mengelola sekolah terkait.
Langkah pembinaan ini diambil agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang, baik di sekolah terkait maupun di institusi pendidikan lainnya
“Pasti kita lakukan pembinaan kepada kepala sekolah, termasuk gurunya dan yayasan karena ini kan sekolah swasta,” ungkap Suwarjana pada hari Minggu, 3 Maret 2024.
Suwarjana juga menjelaskan bahwa berdasarkan informasi yang diperolehnya, kasus ini merupakan perbuatan penganiayaan, bukan perundungan.
Oleh karena itu, langkah mediasi antara kedua belah pihak dianggap sangat penting, terutama mengingat kedua pelaku masih berusia di bawah 18 tahun dan membutuhkan pembinaan.
“Sudah kita mediasi dan Insya Allah keduanya sudah mau menerima jadi insyallah sudah gak ada problematika. Kemarin sudah makan bareng antara korban sama pelaku. Kedua orangtua juga,” jelas Suwarjana.
Namun, Suwarjana juga mengakui bahwa Disdikbud Kota Malang kewalahan dalam mengontrol 72 ribu pelajar dari tingkat PAUD hingga SMP di wilayah tersebut. Untuk mengantisipasi kasus perundungan di masa mendatang, kerjasama antara sekolah dan orangtua sangat diperlukan.
“Kita sosialisasi satgas di luar sekolah ada satgas anti bully juga. Kita juga sudah berdaya upaya dengan Dinsos dan Polresta Malang Kota. Ya kita maksimalkan, kita kan punya tanggungjawab yang PAUD sampai SMP kita punya 72 ribu siswa. Nah harus kita awasi semua,” tandas Suwarjana.
Dengan langkah-langkah tegas dan pembinaan yang diambil oleh Disdikbud Kota Malang, diharapkan kasus-kasus kekerasan di lingkungan pendidikan dapat diminimalisir, dan semua pihak dapat bekerja sama untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi para pelajar.***






