Aksi Begal di Lawang, Kabupaten Malang, Warga Resah Tabrak Dari Belakang hingga Merusa Palang Kereta Api

Video aksi begal di wilayah Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, menjadi viral di media sosial

Zona Malang – Video aksi begal di wilayah Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, menjadi viral di media sosial baru-baru ini, menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga. Rekaman yang diposting oleh akun Fauzi mendapat banyak komentar dari warganet, yang memberikan perhatian pada kejadian tersebut.

Berdasarkan kronologi yang diberikan oleh warga, peristiwa ini terjadi di wilayah Lawang pada Kamis (7/3/2024) pagi. Kejadian bermula dari area dekat exit tol Purwodadi Lawang, dimana pengendara motor diduga menjadi korban begal oleh dua kendaraan bermotor yang membawa senjata tajam.

Saat kendaraan lain mendekat, pelaku membuang motor korban dengan jarak sekitar 100 meter dari tempat kejadian. Sebagian pelaku kemudian dikejar bersama pengendara mobil yang turut membantu pengejaran, hingga masuk di bawah flyover Lawang.

Para pelaku, yang berboncengan sambil membawa celurit, berusaha melarikan diri ke arah jalan bawah flyover Lawang. Namun, aksi mereka terhenti ketika kereta api melintas, sehingga mereka menabrak palang kereta api dan pelarian mereka terpaksa terhenti sekitar pukul 01.00 WIB.

Dalam kepanikan, pelaku meninggalkan motor Honda Beat dengan nomor polisi W 2514 YD dan melarikan diri ke area persawahan. Warga sekitar kemudian berusaha mencari pelaku yang diduga sebagai begal tersebut.

Pukul 03.00 WIB, petugas keamanan yang menjaga palang pintu kereta api mengantarkan sepeda motor tersebut ke Polsek Lawang. Hingga saat ini, proses investigasi masih berlangsung di lokasi kejadian untuk mencari petunjuk mengenai pelaku pembegalan.

Ketua Komunitas Arek Lawang (ARELA), Bastian Nova Pratama, berharap agar pelaku segera tertangkap dan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada.

“Semoga pelaku cepat ditangkap. Tetap berhati-hati dan waspada, terutama saat melewati jalan gelap tanpa penerangan di area Purwodadi-Lawang,” ungkapnya.

Meskipun demikian, kejadian ini menunjukkan perlunya kehati-hatian ekstra dan kerjasama antara warga dan pihak berwenang untuk mencegah tindakan kriminal di wilayah tersebut.***