Kebocoran Perahu Memancing di Sungai Brantas Kalipare Berujung Tragis: Dua Pemancing Tewas

Perahu bocor di Sungai Brantas Kalipare Kabupaten Malang menyebabkan 2 orang tewas tengelam

Malang, 20 Mei 2024 – Tragedi memilukan menimpa empat pemancing di Sungai Brantas. Rencana mereka untuk menikmati kegiatan memancing berubah menjadi bencana ketika perahu yang mereka tumpangi mengalami kebocoran dan akhirnya terbalik. Akibat insiden ini, dua pemancing kehilangan nyawa mereka setelah tenggelam di sungai.

Kronologi Kejadian

Kejadian naas tersebut bermula pada Senin pagi, saat empat pemancing memutuskan untuk memancing di Sungai Brantas menggunakan perahu milik salah satu dari mereka, Arief Purwanto (40). Mereka adalah Arief Purwanto, Bambang Sutikno (45), Saiful Arifin, dan Ahmad Afandi. Tak lama setelah memulai perjalanan menuju tengah sungai, sekitar 100 meter dari tepi, mereka menyadari bahwa perahu mengalami kebocoran di bagian depan.

Upaya Penyelamatan yang Berakhir Tragis

Arief Purwanto berusaha untuk segera menepikan perahu, namun sayangnya, kebocoran tersebut menyebabkan perahu menjadi tidak stabil dan akhirnya terbalik. Keempat pemancing tercebur ke dalam sungai. Dalam keadaan panik, mereka berteriak minta tolong. Dua dari mereka, Saiful Arifin dan Ahmad Afandi, berhasil menyelamatkan diri berkat bantuan seorang pencari rumput yang berada di pinggir sungai.

Korban Jiwa

Namun, nasib nahas menimpa Arief Purwanto dan Bambang Sutikno. Setelah dilakukan pencarian selama hampir satu jam, kedua korban akhirnya ditemukan, namun sayangnya mereka sudah tidak bernyawa. Kecelakaan ini kemudian dibenarkan oleh Iptu Ahmad Taufik, Kepala Seksi Humas Polres Malang.

“Dua orang meninggal dunia akibat perahu yang ditumpangi mengalami kebocoran dan kemudian terbalik. Mereka saat itu sedang memancing ikan,” kata Taufik dalam keterangannya.

Kesaksian dan Tindakan Lanjutan

Menurut keterangan Taufik, perahu yang digunakan adalah milik Arief Purwanto. Para pemancing tersebut baru menyadari adanya kebocoran

setelah mereka sudah berada cukup jauh dari tepi sungai. Kebocoran ini menyebabkan air masuk dengan cepat, membuat perahu sulit dikendalikan dan akhirnya terbalik.

Bantuan yang Terlambat

Keberuntungan menyertai Saiful Arifin dan Ahmad Afandi yang sempat berteriak minta tolong hingga akhirnya ditemukan dan diselamatkan oleh seorang pencari rumput yang kebetulan berada di dekat lokasi kejadian. Sayangnya, bagi Arief dan Bambang, bantuan datang terlambat. Setelah pencarian intensif selama hampir satu jam, mereka ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa, tenggelam di Sungai Brantas.

Pernyataan Resmi dari Pihak Kepolisian

Iptu Ahmad Taufik men

gatakan bahwa insiden ini menambah daftar panjang kecelakaan di sungai yang disebabkan oleh perahu bocor atau tak layak pakai. “Dua orang meninggal dunia akibat perahu yang mereka tumpangi mengalami kebocoran dan kemudian terbalik. Saat itu, mereka sedang memancing ikan,” ungkap Taufik.

Identitas Korban

Korban meninggal adalah Arief Purwanto (40) dan Bambang Sutikno (45). Kedua korban merupakan pemancing yang rutin melakukan kegiatan di sungai tersebut. Keduanya dikenal oleh komunitas setempat sebagai pemancing berpengalaman, namun kecelakaan tragis ini menunjukkan bahwa bahaya bisa datang kapan saja tanpa diduga.

Tanggapan dari Masyarakat dan Keluarga

Kabar duka ini membuat gempar masyarakat sekitar. Tetangga dan teman-teman korban merasa sangat kehilangan. Keluarga korban sangat terpukul oleh kejadian ini. “Kami sangat kehilangan Arief dan Bambang. Mereka adalah orang-orang yang baik dan selalu membantu sesama,” ujar salah satu tetangga.

Keamanan di Sungai Brantas

Insiden ini memunculkan

pertanyaan tentang keamanan dan kelayakan perahu yang digunakan untuk kegiatan memancing di Sungai Brantas. Pihak berwenang diharapkan dapat melakukan inspeksi dan pengawasan yang lebih ketat terhadap kondisi perahu-perahu yang digunakan oleh masyarakat.

Imbauan Keselamatan

Iptu Ahmad Taufik juga memberikan imbauan kepada masyarakat untuk selalu memastikan kondisi perahu sebelum digunakan, terutama untuk aktivitas yang berisiko seperti memancing di sungai. “Penting bagi setiap pemancing atau pengguna perahu untuk memeriksa kondisi perahu mereka sebelum berangkat. Kebocoran kecil bisa berujung pada bencana besar,” tegasnya.

Pentingnya Kesadaran dan Kesiapsiagaan

Kesadaran akan pentingnya keselamatan saat beraktivitas di perairan sangat krusial. Perlengkapan keselamatan seperti pelampung harus selalu tersedia dan digunakan oleh setiap orang yang berada di atas perahu. Selain itu, kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat juga perlu ditingkatkan.

Penutup

Tragedi yang menimpa empat pemancing di Sungai Brantas ini menjadi pengingat betapa pentingnya kesiapan dan kehati-hatian saat melakukan aktivitas di perairan. Kehilangan Arief Purwanto dan Bambang Sutikno menjadi duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat setempat. Diharapkan, kejadian ini dapat menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk selalu mengutamakan keselamatan di setiap kegiatan, agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.