Kamar Kos di Malang Disulap Jadi Penangkaran Lobster oleh Mahasiswi yang Kabur

Malang – Sebuah peristiwa tak biasa terjadi di sebuah kos di Jalan Mayjen Panjaitan Gang 8C, Klojen, Kota Malang. Sudah dua bulan, sebuah kamar di kos tersebut ditinggalkan oleh penghuninya yang merupakan seorang mahasiswi. Karena curiga, pemilik kos akhirnya memutuskan untuk membuka kamar yang selalu terkunci itu, dan hasilnya sangat mengejutkan.

Saat pintu kamar dibuka, pemilik kos terkejut menemukan sebuah kolam penangkaran lobster lengkap dengan terpal, pipa udara, serta sejumlah lobster yang masih hidup dan beberapa yang sudah mati. Kamar kos yang seharusnya menjadi tempat tinggal, justru disulap menjadi tempat budidaya lobster.

Kejadian ini pertama kali diungkap oleh Zidan, anak dari pemilik kos. Zidan merekam momen saat kamar tersebut dibuka dan membagikannya di media sosial. Menurut Zidan, tindakan membuka paksa kamar dilakukan setelah penghuni kos menunggak pembayaran selama dua bulan. Selain itu, keluhan dari penghuni kos lain mengenai bau anyir yang menyebar dari kamar tersebut juga menjadi alasan utama.

“Saya buka kamar kosnya minggu kemarin karena kita punya kunci cadangan. Ternyata di dalam ada penangkaran lobster menggunakan terpal,” kata Zidan seperti dikutip dari detikJatim, Kamis (15/8/2024).

Zidan menjelaskan bahwa kos tersebut dikhususkan untuk perempuan dengan total 17 kamar. Kamar yang digunakan untuk penangkaran lobster berada di lantai 3, dan sudah disewa oleh mahasiswi tersebut selama beberapa bulan terakhir.

“Kami sudah punya aturan, jika menunggak dua bulan, penghuni akan kami datangi untuk ditagih. Tapi untuk kasus ini, kami kehilangan kontak dengan penghuni, dan kamarnya dikunci,” jelas Zidan.

Biaya sewa kamar kos tersebut sebesar Rp 300 ribu per bulan, dan penghuni yang menangkar lobster itu sudah menunggak selama dua bulan. Meski sempat dibuat geram, Zidan memutuskan untuk menyelamatkan lobster-lobster tersebut agar tidak mati, dan berencana mengembalikannya kepada penghuni kos jika ia muncul kembali.

“Kami masih menunggu itikad baiknya. Lobsternya masih ada, dan jika nanti bertemu, pasti kami kembalikan,” tandasnya.

Peristiwa ini menjadi sorotan karena keunikan situasinya, di mana sebuah kamar kos yang seharusnya menjadi tempat tinggal malah dijadikan tempat budidaya hewan laut. Hingga kini, pemilik kos masih menunggu kelanjutan dari kasus ini, terutama terkait penyelesaian pembayaran sewa yang tertunggak.