Gunung Semeru Alami 3 Kali Erupsi Pagi Ini, Warga Dihimbau Waspada

Malang – Gunung Semeru, gunung tertinggi di Pulau Jawa, kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya. Sejak Jumat dini hari hingga pagi ini, Semeru tercatat mengalami tiga kali erupsi dengan ketinggian kolom abu yang bervariasi, semuanya di atas 500 meter dari puncak gunung.

Berdasarkan data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yang diakses melalui situs web Magma ESDM, Gunung Semeru sebelumnya telah mengalami lima kali erupsi pada Selasa (6/8/2024). Aktivitas vulkanik ini menunjukkan bahwa Semeru masih sangat aktif, dan masyarakat di sekitar kawasan tersebut diimbau untuk tetap waspada.

Rincian Erupsi Gunung Semeru Jumat 16 Agustus 2024:

  1. Pukul 05:20 WIB
    Petugas PVMBG, Liswanto, melaporkan erupsi pertama terjadi pada pukul 05:20 WIB. Tinggi kolom abu teramati mencapai sekitar 788 meter di atas puncak atau sekitar 4.464 meter di atas permukaan laut. Kolom abu terlihat berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang, mengarah ke barat daya.
  2. Pukul 05:48 WIB
    Erupsi kedua terjadi sekitar setengah jam kemudian, tepatnya pukul 05:48 WIB. Tinggi kolom abu kali ini sekitar 500 meter di atas puncak atau sekitar 4.176 meter di atas permukaan laut. Arah kolom abu masih mengarah ke barat daya dengan intensitas yang serupa.
  3. Pukul 08:53 WIB
    Petugas PVMBG lainnya, Mukdas Sofian, melaporkan erupsi ketiga pada pukul 08:53 WIB. Tinggi kolom abu mencapai sekitar 700 meter di atas puncak atau sekitar 4.376 meter di atas permukaan laut. Kolom abu terlihat lebih tebal, berwarna putih hingga kelabu, dan mengarah ke tenggara serta selatan. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 143 detik.

Hingga saat ini, PVMBG mempertahankan status Gunung Semeru pada Level II (Waspada). Sejumlah rekomendasi juga diberlakukan untuk menjaga keselamatan warga dan wisatawan. Warga diimbau untuk tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga 13 km dari puncak. Di luar jarak tersebut, masyarakat juga diminta untuk tidak mendekati tepi sungai dalam radius 500 meter karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 17 km dari puncak.

PVMBG juga mengingatkan agar tidak ada aktivitas dalam radius 5 km dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena berbahaya terhadap lontaran batu pijar. Masyarakat di sekitar Semeru diimbau untuk waspada terhadap potensi awan panas guguran, guguran lava, dan lahar yang dapat terjadi di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak, khususnya di sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.

Kewaspadaan juga harus ditingkatkan terhadap potensi lahar di sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan. Masyarakat di sekitar kawasan Semeru harus selalu mengikuti perkembangan informasi dari pihak berwenang dan siap melakukan evakuasi jika diperlukan.