Hujan Deras Mengancam Keamanan, DLH Kota Malang Siaga Atasi Pohon Tumbang

Zona Malang – Kota Malang saat ini tengah menghadapi tantangan serius akibat hujan deras yang mengguyur hampir setiap hari. Fenomena cuaca ekstrem ini tidak hanya menyebabkan genangan air, tetapi juga meningkatkan risiko bencana alam seperti pohon tumbang. Kejadian ini berpotensi membahayakan warga dan pengguna jalan, terutama di area fasilitas umum.

Penyebab utama dari tumbangnya pohon-pohon ini adalah erosi tanah di sekitar akar yang dipicu oleh curah hujan yang tinggi dan angin kencang.

Untuk mengatasi masalah ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang telah mengambil langkah proaktif dengan melakukan pemeliharaan rutin terhadap pohon-pohon di berbagai lokasi. Upaya ini meliputi pemangkasan ranting dan pemotongan dahan yang dianggap rapuh, guna meminimalisir risiko pohon tumbang yang dapat mengancam keselamatan masyarakat.

Kepala Bidang Ruang Terbuka Hijau (RTH) DLH Kota Malang, Laode KB Al-Fitra, menjelaskan bahwa pemeliharaan pohon telah dimulai sejak 1 Desember di 76 titik lokasi. Sebelumnya, pada bulan November, pihaknya juga telah melakukan perawatan di 79 titik yang tersebar di lima kecamatan di Kota Malang.

“Kami berkomitmen untuk menjaga keamanan dan kenyamanan warga. Oleh karena itu, kami menyiagakan tim selama 24 jam untuk menangani pohon tumbang,” ungkap Laode dalam pernyataannya pada Rabu (11/12/2024).

Laode juga menambahkan, bagi warga yang melihat tanda-tanda pohon yang rapuh atau berpotensi tumbang, mereka dapat segera menghubungi call center 112. Layanan ini akan menghubungkan mereka dengan tim penanganan dari DLH untuk tindakan cepat.

“Setiap kali ada pohon yang tumbang, kami akan segera menggantinya dengan pohon baru, seperti pohon tabebuya yang lebih aman dan tidak merusak infrastruktur jalan,” jelasnya.

Dengan cuaca yang masih ekstrem, Laode mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan melaporkan kondisi pohon yang mencurigakan. Upaya kolaboratif antara pemerintah dan masyarakat diharapkan dapat mengurangi risiko bencana dan menjaga keselamatan bersama di tengah cuaca yang tidak menentu ini.**