KABUPATEN MALANG – Kecelakaan tragis terjadi di Tol Pandaan-Malang pada Senin (23/12) yang merenggut nyawa empat orang, termasuk sopir bus rombongan siswa SMP asal Bogor. Polisi telah menetapkan Sigit Winarno (65), sopir truk muat pakan ternak, sebagai tersangka dalam insiden tersebut. Kapolres Malang, AKBP Putu Kholis Aryana, mengungkapkan bahwa Sigit diduga melakukan kelalaian saat mengemudikan truknya.
Dalam konferensi pers yang diadakan di Crisis Center Pos Pelayanan Karanglo, Kholis menjelaskan, “Sigit Winarno kami tetapkan menjadi tersangka dalam musibah kecelakaan ini.” Ia juga menegaskan bahwa Sigit akan dijerat dengan Pasal 310 ayat 1-4 Undang-Undang 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) terkait kelalaian yang menyebabkan kecelakaan.
Saat ini, Sigit masih menjalani perawatan di RS Prima Husada Singosari, sehingga penahanan belum dapat dilakukan. “Kami prioritaskan pemulihan kesehatannya, baru kemudian akan meminta keterangan lebih lanjut,” jelas Kholis.
Dari hasil penyelidikan, anggaran yang disampaikan oleh pihak kepolisian menunjukkan bahwa kondisi truk yang dikemudikan Sigit tidak memenuhi standar kelayakan jalan. “Kami menemukan bahwa truknya tidak laik jalan, termasuk tidak dilakukan pemeriksaan rutin sehingga mesin mengalami overheat,” ungkap Kholis.
ejadian berlangsung pada pukul 15.17 WIB, dan menurut informasi, sopir truk menghentikan kendaraan di jalan menanjak dan menikung, yang sangat berbahaya bagi kendaraan lain yang melintas.
Kecelakaan ini melibatkan truk tronton yang tidak mampu dihindari oleh bus Tirto Agung. Kholis menjelaskan, “Bus tidak dapat menghindar karena ada kendaraan lain di jalur kiri.” Benturan terjadi pada bagian belakang kiri truk dan sisi depan kanan bus, mengakibatkan kerugian jiwa yang tragis.
Kholis juga menambahkan bahwa bus tersebut melaju dengan kecepatan 82 km/jam sebelum kecelakaan, dan tidak ada jejak pengereman yang ditemukan di lokasi kejadian. “Kondisi ini menunjukkan bahwa sopir bus tidak sempat mengerem akibat persiapan menikung,” imbuhnya.
Saat ini, pihak kepolisian terus melakukan penyelidikan mendalam dan berharap proses hukum dapat segera dilanjutkan setelah kondisi kesehatan Sigit membaik. Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya keselamatan berkendara dan pemeliharaan ruti kendaraan untuk mencegah terulangnya tragedi serupa.






