MALANG – Warga sekitar dan para pengguna jalan yang melintas di kawasan Jembatan Tunggulmas, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, dibuat geger pada Kamis (10/4) pagi. Suasana yang biasanya tenang mendadak berubah mencekam setelah ditemukannya sesosok jenazah pria muda dalam kondisi mengenaskan di bawah jembatan.
Korban diketahui berinisial BG (20), seorang mahasiswa asal Jakarta Timur yang sedang menempuh studi di salah satu perguruan tinggi negeri di Kota Malang.
Peristiwa tragis ini langsung mengundang perhatian publik, terutama masyarakat Malang yang kerap beraktivitas di sekitar area jembatan. Meski penyebab kematian masih dalam penyelidikan, aparat kepolisian menduga kuat bahwa korban nekat mengakhiri hidupnya dengan cara melompat dari jembatan setinggi lebih dari 10 meter.
Kapolsek Lowokwaru, Kompol Anang Tri Hananta, menjelaskan bahwa jenazah BG pertama kali ditemukan oleh seorang pemancing yang sedang berada di sekitar aliran sungai, tepat di bawah jembatan. Sekitar pukul 05.00 WIB, saksi mata melihat tubuh korban dalam posisi telentang dan tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan.
“Begitu mendapat laporan, kami segera bergerak ke lokasi bersama tim Unit Reskrim dan piket Sabhara. Sesampainya di tempat kejadian, benar ditemukan korban yang sudah tidak bernyawa di bawah jembatan,” ujar Kompol Anang kepada media.
Tim kepolisian bersama INAFIS Polresta Malang Kota langsung melakukan identifikasi awal. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa korban mengalami sejumlah luka serius, seperti patah tulang di bagian kaki, serta luka lecet pada kepala dan wajah. Jenazah pun segera dievakuasi ke Instalasi Kedokteran Forensik RSSA Malang untuk proses visum lebih lanjut.
Lebih lanjut, Kompol Anang menjelaskan bahwa hingga saat ini pihaknya masih menunggu kedatangan keluarga korban yang sedang dalam perjalanan dari Jakarta menuju Malang. Pihak kepolisian juga memastikan bahwa korban tercatat sebagai mahasiswa aktif di sebuah perguruan tinggi negeri di kota tersebut.
Dari hasil olah TKP dan keterangan awal, tidak ditemukan adanya bekas kecelakaan lalu lintas atau keberadaan kendaraan bermotor di lokasi kejadian. Hal ini memperkuat dugaan bahwa korban sengaja melompat dari atas jembatan.
“Dugaan awal kami adalah tindakan bunuh diri. Melihat dari luka-luka yang diderita serta tidak ditemukannya faktor lain yang mengarah pada tindakan kriminal atau kecelakaan, besar kemungkinan korban sengaja melompat dari atas jembatan,” tegas Kompol Anang.
Tragedi ini menjadi peringatan keras bagi semua pihak untuk lebih peduli terhadap kondisi mental dan psikologis orang-orang di sekitar. Permasalahan pribadi maupun tekanan hidup yang kerap tidak terlihat, bisa menjadi beban berat yang dipikul sendirian tanpa ada tempat untuk bersandar. Semoga peristiwa ini membuka mata semua pihak tentang pentingnya dukungan emosional dan akses terhadap layanan kesehatan mental.
Catatan Redaksi: Artikel ini tidak bertujuan untuk menginspirasi atau mendorong tindakan bunuh diri. Jika Anda atau orang terdekat Anda sedang mengalami masalah mental, jangan ragu untuk mencari bantuan profesional. Konsultasikan ke tenaga ahli, psikolog, atau layanan kesehatan terdekat.






