Malang – Seorang perempuan lansia berusia 80 tahun bernama Nikmah ditemukan dalam kondisi memprihatinkan di tepi jalan Desa Kaduara Barat, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan, Jumat (25/7/2025).
Tak memiliki identitas dan diduga terserang stroke, Nikmah langsung dievakuasi ke Malang oleh Yayasan Griya Lansia untuk mendapatkan perawatan layak.
Ketua Yayasan Griya Lansia Malang, Arief Camra, mengaku mengetahui nasib Nikmah lewat media sosial. “Saya tahu dari medsos, tapi keterangannya belum jelas. Akhirnya saya langsung cari ke Madura,” ujar Arief saat ditemui di lokasi penemuan.
Setibanya di Kaduara Barat, tim relawan dibuat syok. Tubuh Nikmah terlihat sangat kotor dan mengenaskan. “Saya bawa empat relawan perempuan untuk membersihkan tubuhnya di tempat, baru kami evakuasi ke Malang,” tuturnya.
Arief mengungkapkan, warga sekitar memang masih memberi makanan setiap hari, namun menganggap Nikmah sebagai ODGJ, sehingga tak ada yang berani menyentuhnya. “Padahal, semestinya tetap terawat,” tegasnya.
Masalah bertambah rumit karena Nikmah tidak memiliki identitas kependudukan. Akses layanan kesehatan pun terhambat.
“Kondisi kesehatannya sangat memprihatinkan. Kami belum bisa memberikan pelayanan jiwa lebih lanjut, tapi di Griya Lansia Malang, dia akan mendapat perawatan medis dan sosial yang layak,” pungkas Arief.
Sebelumnya juga sempat viral dimana ada 2 orang anak yang mengantarkan ibu kandungnya ke Yayasan Griya Lansia Wajak Kabupaten Malang.
Dalam prosesi penyerahan ibu itu, yang menjadi sorotan publik adalah bahwa mereka berdua berpesan jangan mengabari jika ibunya meninggal dunia.
Netizen yang melihat tayangan video itu memberikan beragam reaksi salah satunya adalah heran dengan sikap kedua anak kandungnya sampai memiliki sifat seperti itu.
Namun kabar terbaru setelah viral, diketahui lansia tersebut dibawa pulang ke kediamannya di daerah Suarabaya dan dirawat oleh kedua anaknya dirunah.






