Sempat Diisukan Tewas, Wartawan Korban Gas Air Mata Demo Pati Kini Dirawat di RSUD Soewondo

Zona Malang, Pati – Aksi unjuk rasa besar-besaran yang menuntut Bupati Pati Sudewo mundur di Alun-Alun Pati, Rabu (13/8), berujung ricuh dan memakan korban. Seorang jurnalis dari media Tuturpedia.com, Lilik Yuliantoro, harus dilarikan ke rumah sakit setelah terpapar gas air mata saat menjalankan tugas peliputan.

Lilik dilarikan ke RSUD RAA Soewondo, Pati, setelah mengalami sesak napas dan lemas di tengah kepulan gas air mata yang ditembakkan aparat untuk membubarkan massa. Di tengah simpang siur informasi, sempat beredar kabar bahwa Lilik meninggal dunia, namun kabar tersebut segera dibantah.

Pihak redaksi Tuturpedia.com melalui pernyataan resminya mengonfirmasi bahwa Lilik Yuliantoro memang menjadi korban, namun kondisinya selamat dan kini dalam penanganan medis.

“Kabar terbaru yang kami dapatkan, Lilik Yuliantoro sedang mendapat penanganan medis di RSUD Soewondo. Lilik saat ini dalam kondisi sadar namun lemas karena efek gas air mata,” demikian pernyataan resmi dari Tuturpedia.com, Rabu (13/8) sore.

Kondisi Lilik yang terkapar saat meliput menjadi pengingat akan tingginya risiko yang dihadapi para pekerja media di lapangan, terutama saat meliput aksi massa yang berpotensi ricuh.

Aksi demonstrasi di Pati sendiri berlangsung dengan tensi tinggi. Ribuan warga yang berkumpul sejak pagi menuntut Bupati Sudewo mundur dari jabatannya karena sejumlah kebijakan yang dianggap kontroversial. Aksi yang semula damai berubah menjadi chaos yang diwarnai aksi lempar botol hingga pembakaran.

Meskipun dituntut warga Pati untuk mundur dari jabatannya, Bupati Sudewo tidak mau untuk mundur begitu saja, karena dia menilai dirinya dipilih dalam pemilu secara Sah.