Buntut Video Viral ‘Guling-guling’, Dosen UIN Malang Imam Muslimin Resmi Mundur dari Jabatannya

Imam Muslimin, dosen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang menjadi sorotan publik setelah video perseteruannya dengan tetangga viral, secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya.

Zona Malang – Imam Muslimin, dosen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang menjadi sorotan publik setelah video perseteruannya dengan tetangga viral, secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya. Keputusan ini diambil setelah ia merasa suasana kegiatan belajar mengajar menjadi tidak lagi kondusif.

Dalam keterangannya pada Rabu (17/9), Imam menyatakan bahwa surat pengunduran diri telah ia ajukan dan keputusannya bersifat permanen. Langkah ini menjadi babak baru dalam saga yang bermula dari konflik di lingkungan permukiman hingga berujung pada sanksi nonaktif dari pihak kampus.

Alasan utama di balik keputusannya adalah respons dari para mahasiswanya pasca-insiden tersebut viral. Imam mengaku bahwa mahasiswa tidak lagi menghadiri kelas yang ia ampu dan tidak merespons komunikasinya.

“Semua mahasiswa enggak ada yang datang. Saya WA (WhatsApp) enggak ada yang jawab. Daripada saya sakit hati, saya menulis surat kepada atasan saya bahwa saya mundur,” jelasnya.

Imam menegaskan bahwa pengunduran diri ini ia lakukan agar dapat lebih fokus menyelesaikan permasalahan pribadinya tanpa terikat oleh jadwal mengajar.

“Saya mundur memulai hari ini sampai dengan selamanya. Bagi saya, dosen itu adalah pengabdian, bukan uang,” pungkasnya, seraya menyebut pihak kampus telah menindaklanjuti keputusannya.

Langkah ini diambil sehari setelah ia memberikan klarifikasi dan membantah dengan tegas seluruh narasi liar yang menyertai video-video viralnya.

Imam mengklaim semua tuduhan yang menyudutkannya, mulai dari pelecehan hingga pengerahan mahasiswa, adalah fitnah keji yang tidak berdasar. “Semuanya tidak ada satu pun yang benar,” ujarnya pada Selasa (16/9).

Kasus ini menjadi cerminan nyata dari dahsyatnya dampak media sosial di era digital. Sebuah konflik personal antarwarga yang terekam kamera dapat dengan cepat tersebar luas dan berevolusi menjadi isu nasional yang berdampak langsung pada karier dan reputasi seseorang serta institusi tempatnya bernaung.

Peristiwa ini sekaligus menggarisbawahi tantangan bagi publik untuk dapat memilah antara bukti visual mentah dengan narasi-narasi provokatif yang seringkali menyertainya tanpa verifikasi.