Rekayasa Lalu Lintas Haul Akbar Kota Malang 2025, Polisi Imbau Warga Cari Jalur Alternatif

Haul Akbar Imamain RA 2025 di Kota Malang berdampak pada penutupan jalan dan pengalihan arus. Polresta Malang Kota imbau warga gunakan jalur alternatif.

Zona Malang – Penyelenggaraan Haul Akbar Imamain RA 2025 di Kota Malang yang berlangsung pada Sabtu-Minggu, 13–14 Desember 2025, membawa dampak signifikan terhadap pengaturan lalu lintas di sejumlah ruas jalan utama. Polresta Malang Kota bersama Pemerintah Kota Malang menerapkan rekayasa arus kendaraan untuk mengantisipasi kepadatan jamaah yang diperkirakan membludak selama dua hari kegiatan.

Rekayasa lalu lintas meliputi penutupan jalan, pengalihan arus, serta pembatasan area parkir di sekitar lokasi acara. Langkah ini diambil untuk menjaga kelancaran mobilitas warga sekaligus memastikan keamanan dan ketertiban selama Haul Akbar berlangsung.

Polresta Malang Kota mengimbau masyarakat agar menghindari jalur di sekitar lokasi kegiatan, memanfaatkan rute alternatif, serta mengatur waktu perjalanan. “Pengguna jalan diharapkan mematuhi arahan petugas di lapangan agar tidak terjadi penumpukan kendaraan,” ujar perwakilan kepolisian.

Berdasarkan informasi yang beredar, penutupan total diberlakukan di Jalan Aris Munandar kawasan Kidul Dalem, mulai dari perempatan Aster hingga depan Hotel Aliant, serta di Jalan MGR Sugiyopranoto dari simpang Jalan Majapahit sampai area depan Ramayana.

Meski pada tahap awal belum seluruh ruas ditutup penuh, Jalan Aris Munandar diperkirakan akan diberlakukan penutupan total saat puncak acara berlangsung.

Untuk menghindari kepadatan dan antrean panjang, pengendara yang biasa melintasi kawasan tersebut disarankan menggunakan jalur lain seperti Jalan Basuki Rahmat dan Jalan Kahuripan. Rute ini dinilai lebih aman dan minim hambatan selama kegiatan berlangsung.

Pihak kepolisian juga menegaskan bahwa pengaturan lalu lintas bersifat situasional, menyesuaikan kondisi di lapangan dan jumlah jamaah yang hadir. Aparat akan menempatkan personel di titik-titik strategis untuk mengarahkan arus kendaraan dan memberikan informasi langsung kepada pengendara.

Rekayasa lalu lintas ini memunculkan beragam tanggapan dari masyarakat. Sejumlah warganet mempertanyakan pemanfaatan jalan umum sebagai lokasi kegiatan berskala besar.

“Kenapa setiap haul tidak menggunakan stadion atau lapangan besar saja? Jalan raya itu fasilitas umum,” tulis salah satu warganet dalam kolom komentar unggahan akun Info Malang.

Ada pula warga yang menyoroti potensi terganggunya akses rumah ibadah di sekitar lokasi. “Kalau dilihat dari peta, ada akses gereja yang terdampak. Semoga saat hari H tetap bisa dilewati,” tulis warganet lainnya.

Selain itu, sejumlah pelaku usaha di kawasan Kidul Dalem juga menyampaikan kekhawatiran terkait dampak penutupan jalan terhadap aktivitas ekonomi mereka. Beberapa toko dan warung di sekitar lokasi haul diperkirakan mengalami penurunan omzet karena akses terbatas. Namun, sebagian pedagang menyatakan tetap mendukung acara dengan harapan jamaah yang hadir bisa menjadi pelanggan baru.

Pemerintah Kota Malang menegaskan bahwa koordinasi lintas instansi telah dilakukan untuk meminimalisasi dampak sosial dan ekonomi.

Dinas Perhubungan bersama Satlantas Polresta Malang Kota juga menyiapkan jalur darurat bagi ambulans dan kendaraan layanan publik agar tetap bisa melintas.

“Rekayasa ini dilakukan demi kelancaran dan kenyamanan bersama, baik bagi jamaah maupun pengguna jalan,” ujar pihak kepolisian. Warga diminta terus memantau informasi resmi dan menyesuaikan rencana perjalanan selama Haul Akbar Kota Malang 2025 berlangsung.