Kecelakaan Maut Bus Indorent di Tol Solo-Ngawi KM 566: Pramugari Naura Rindha Cantika (21) Tewas, 33 Orang Luka Berat

Bus Indorent rute Jakarta-Malang tabrak truk boks di Tol Solo-Ngawi KM 566 A, Ngawi, Kamis (12/2/2026) dini hari pukul 04.30 WIB. Pramugari Naura Rindha Cantika…

Zona Makang – Kecelakaan lalu lintas tragis kembali terjadi di ruas Tol Solo-Ngawi, Jawa Timur, menewaskan satu awak bus dan melukai puluhan penumpang. Insiden maut ini melibatkan Bus Indorent (double decker) bernomor polisi B 7107 TGE rute Jakarta-Malang dan sebuah truk boks Isuzu Elf bernomor B 9503 PXV, terjadi di Kilometer 566 A, Desa Bangunrejo Kidul, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, pada Kamis dini hari, 12 Februari 2026, sekitar pukul 04.30 WIB.

Bus yang dikemudikan Achmad Fajrin Dermawan (35), warga Tegal, Jawa Tengah, mengangkut total 33 penumpang plus awak kru. Saat melaju searah dengan truk di depannya, bus tiba-tiba menabrak bagian belakang truk boks yang dikemudikan Pujianto (35), warga Batang, Jawa Tengah. Benturan keras membuat bus kehilangan kendali, oleng ke kiri, menghantam pagar pengaman (guardrail), keluar jalur, dan terguling ke parit sisi tol.

Akibat kecelakaan ini, pramugari bus bernama Naura Rindha Cantika (21), gadis asal Ponggok, Blitar, meninggal dunia di lokasi atau di RSUD dr. Soeroto Ngawi karena luka berat di kepala dan patah tulang. Sementara 32 korban lainnya—termasuk penumpang dan sopir truk—mengalami luka-luka ringan hingga berat. Mereka dievakuasi ke RS Widodo Ngawi, RS At-Tin Husada Ngawi, dan RSUD dr. Soeroto Ngawi untuk perawatan intensif.

Kepala Unit Penegakan Hukum (Kanit Gakkum) Satlantas Polres Ngawi, Iptu Agus Hariyanto, menyatakan bahwa penyebab pasti masih dalam penyelidikan mendalam. Dari olah tempat kejadian perkara (TKP) awal, dugaan kuat mengarah pada kurangnya fokus atau konsentrasi sopir bus, meskipun faktor lain seperti kelelahan, kondisi jalan, atau kecepatan belum bisa dikesampingkan.

“Bus menabrak bagian belakang truk boks di depannya. Setelah itu kendaraan oleng, menabrak guardrail, dan terguling ke parit tol,” ujar Iptu Agus seusai olah TKP. Kedua kendaraan diamankan sebagai barang bukti, sementara petugas terus melakukan evakuasi badan bus yang ringsek parah dari parit untuk mengembalikan arus lalu lintas normal. Barang bawaan penumpang berserakan di lokasi, menambah kesan dramatis insiden ini.

Bus Indorent yang terlibat merupakan armada mewah double decker dengan nilai sekitar Rp3,2 miliar, sering digunakan untuk rute jarak jauh seperti Jakarta-Malang. Kecelakaan ini menjadi pengingat serius akan bahaya mengemudi di tol malam hari, terutama bagi pengemudi bus yang menempuh perjalanan panjang. Polisi mengimbau pengemudi untuk selalu menjaga jarak aman, menghindari mengantuk, dan mematuhi batas kecepatan.

Hingga Jumat, 13 Februari 2026 siang, penyelidikan masih berlangsung. Pihak PO Indorent belum memberikan pernyataan resmi terkait kronologi atau bantuan bagi korban, sementara keluarga korban tewas—terutama Naura Rindha Cantika—mendapat duka mendalam. Unggahan terakhir Cantika di media sosial sebelum kejadian banjir komentar simpati dan doa dari netizen.

Kecelakaan di ruas Tol Solo-Ngawi ini bukan yang pertama; jalur ini dikenal rawan karena lalu lintas padat dan faktor human error. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama saat mudik atau perjalanan libur panjang. Turut berduka cita atas meninggalnya Naura Rindha Cantika dan semoga korban luka segera sembuh.