Zona Malang – Gunung SemeruGunung Semeru, gunung berapi aktif di Jawa Timur, mengalami erupsi pada Minggu, 29 Maret 2026 pukul 08.49 WIB, mengeluarkan kolom abu vulkanik setinggi 800 meter dari puncaknya. Erupsi ini juga disertai awan panas guguran yang meluncur sejauh 3,5 kilometer ke arah aliran Besuk Kobokan, menurut laporan resmi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Laporan PVMBG yang dikutip dari AboutMalang.com mencatat kolom abu yang keluar dari puncak Semeru berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal, dan condong bergerak ke arah barat daya. Erupsi ini juga terekam jelas di alat seismogram yang terpasang di sekitar gunung, dengan amplitudo maksimum mencapai 22 mm dan durasi erupsi berlangsung selama 4 menit 6 detik.
Hingga laporan ini dirilis, status aktivitas Gunung Semeru masih bertahan di Level III (Siaga), sesuai ketentuan pemantauan vulkanik nasional. Status ini menandakan gunung beraktivitas meningkat yang berpotensi menyebabkan bencana bagi masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah rawan.
PVMBG mengeluarkan sejumlah imbauan ketat untuk masyarakat yang tinggal di sekitar kaki Gunung Semeru, guna menghindari risiko bahaya dari aktivitas erupsi berkelanjutan. Salah satu aturan utama, masyarakat dilarang melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang aliran Besuk Kobokan, hingga radius 13 kilometer dari puncak Semeru.
Warga juga diminta menjauhi area dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sekitar aliran Besuk Kobokan, karena potensi ancaman awan panas dan aliran lahar yang bisa menjalar hingga sejauh 17 kilometer dari puncak. Selain itu, masyarakat tidak boleh berada dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak gunung, untuk menghindari risiko lontaran material vulkanik pijar yang berbahaya.
Ancaman bahaya tidak hanya mengintai di sepanjang Besuk Kobokan, PVMBG juga meminta warga mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sejumlah aliran sungai lain yang terhubung dengan sistem aliran gunung. Sungai-sungai tersebut meliputi Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat yang juga memiliki risiko terkena aliran material vulkanik.
Tidak hanya sungai utama, warga juga harus waspada terhadap aliran sungai-sungai kecil yang terhubung langsung dengan Besuk Kobokan, yang bisa menjadi jalur aliran lahar saat hujan turun di wilayah pegunungan. PVMBG akan terus melakukan pemantauan 24 jam terhadap aktivitas Gunung Semeru, dan akan mengeluarkan pembaruan informasi jika ada perubahan status aktivitas yang berbahaya.






