Viral Wali Nikah di Ternate Pukul Mempelai Pria Usai Ijab Kabul

Video yang viral memperlihatkan suasana akad nikah menjadi menegangkan, dinama wali nikah di Ternate ini memukul pengantin pria setelah ijab kabul.

Zona Malang – Sebuah video yang memperlihatkan insiden wali nikah memukul mempelai pria di Ternate setelah acara ijab kabul berakhir, menjadi viral di media sosial, memancing reaksi dan perhatian publik yang luas.

Video yang viral memperlihatkan suasana akad nikah menjadi menegangkan, dinama wali nikah di Ternate ini memukul pengantin pria setelah ijab kabul.

Kronologi Kejadian

Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis malam, 13 Juni 2024, di kediaman pengantin wanita yang berlokasi di Kelurahan Dufa Dufa, Kecamatan Ternate Utara, Kota Ternate, Maluku Utara. Dalam video berdurasi enam menit itu, terlihat jelas suasana awal yang khidmat berubah menjadi ricuh setelah wali nikah, yang merupakan kakak dari pengantin wanita, memukul mempelai pria sesaat setelah prosesi ijab kabul selesai.

Pada awalnya, Muhammad Fahri Tarafannur, wali nikah dari mempelai wanita, membacakan ijab kabul sambil memegang tangan mempelai pria, Randy. Prosesi berlangsung lancar dengan Randy menerima ijab kabul dan disambut ucapan ‘sah’ dari kedua keluarga. Namun, tak lama setelah itu, Muhammad Fahri langsung memukul Randy, menyebabkan suasana menjadi kacau.

Penyebab Kericuhan

Dalam video, Muhammad Fahri Tarafannur menjelaskan alasan di balik tindakannya. Ia mengaku merasa terancam dan sakit hati karena Randy sebelumnya mengancam akan membunuh keluarganya melalui pesan WhatsApp. “Dia ancam saya pe keluarga. Dia mo bunuh saya pe keluarga,” kata Fahri dalam video tersebut. Pernyataan ini juga didukung oleh keluarga mempelai wanita lainnya yang mengonfirmasi ancaman tersebut.

Tanggapan Pihak Berwenang

Kapolsek Ternate Utara, Iptu Wahyuddin, mengungkapkan bahwa kasus tersebut sudah diselesaikan secara kekeluargaan. Menurutnya, kedua belah pihak memilih untuk tidak melanjutkan masalah ini ke ranah hukum. “Tidak buat laporan ke kepolisian. Malam itu juga diselesaikan secara kekeluargaan,” kata Iptu Wahyuddin saat dikonfirmasi pada Sabtu, 15 Juni 2024.

Petugas kepolisian sempat mendatangi lokasi kejadian di kediaman pengantin wanita, namun saat tiba, mereka mendapati bahwa kedua pihak sudah berdamai. “Ketika sampai di sana, sudah damai mereka,” tambahnya.

Reaksi Keluarga

Dalam video tersebut, selain pengakuan Fahri, juga terdengar suara dari pihak keluarga mempelai pria yang menyayangkan tindakan kekerasan tersebut. Mereka menyesalkan kejadian itu mengingat mereka sudah datang dari jauh untuk menghadiri acara tersebut. “Torang so datang jauh-jauh kong kenapa jadi begini,” ujar salah satu keluarga mempelai pria.

Sementara itu, keluarga mempelai wanita tetap bersikukuh bahwa tindakan mereka adalah reaksi terhadap ancaman serius yang mereka terima dari Randy. Mereka menunjukkan bukti berupa percakapan di WhatsApp yang berisi ancaman pembunuhan dari Randy.

Kejadian ini menunjukkan betapa pentingnya komunikasi dan penyelesaian masalah dengan cara yang damai, terutama dalam situasi sensitif seperti acara pernikahan. Meskipun insiden ini sudah diselesaikan secara kekeluargaan, dampak dari ancaman dan tindakan kekerasan tetap meninggalkan luka emosional bagi kedua keluarga.

Melalui kejadian ini, diharapkan masyarakat dapat belajar pentingnya menjaga sikap dan emosi, serta menghindari tindakan kekerasan dalam menyelesaikan konflik. Apalagi, dalam era digital saat ini, pesan dan ancaman yang disampaikan melalui media sosial atau aplikasi pesan dapat memiliki konsekuensi yang serius dan nyata.***