Jakarta, Zona Malang – Sebuah video yang memperlihatkan Gus Miftah, pendakwah sekaligus Utusan Khusus Presiden, mempermalukan seorang penjual es teh paruh baya yang akrab disapa Pakde, kini viral dan menuai kecaman publik. Dalam video tersebut, Gus Miftah terlihat melontarkan kata-kata kasar dan ejekan kepada Pakde di depan ratusan jemaah pengajian.
Kejadian bermula saat para jemaah meminta Gus Miftah untuk memborong dagangan es teh Pakde. Setelah memastikan dagangan Pakde masih banyak, Gus Miftah justru berkata, “Oh borong. Es tehmu masih banyak nggak? Masih? Yah sana jual gobl*k!” Ucapan tersebut membuat Pakde tampak sedih dan malu. Gus Miftah kemudian menambahkan, jika dagangannya tak laku, itu adalah takdir.
Aksi Gus Miftah ini menimbulkan kemarahan di kalangan netizen. Banyak yang menilai tindakan Gus Miftah tidak pantas dan tidak mencerminkan sikap seorang ulama. Mereka menganggap perlakuan Gus Miftah terhadap Pakde sangat tidak menghormati dan melukai perasaan.

Setelah video tersebut viral, muncul video lain yang memperlihatkan Pakde diwawancarai melalui video call. Dalam wawancara tersebut, terungkap bahwa Pakde dulunya bekerja sebagai tukang kayu, namun berhenti karena kecelakaan. Ia kini berjualan es teh untuk menghidupi dua anaknya yang masih bersekolah. Mirisnya, kadang Pakde hanya mendapatkan penghasilan Rp10.000 per hari.
Kisah Pakde ini semakin menyayat hati publik. Di tengah kemarahan atas perlakuan Gus Miftah, simpati dan dukungan mengalir deras bagi Pakde. Banyak netizen yang mengutuk tindakan Gus Miftah dan berharap ada tindakan yang mengantisipasi kejadian serupa terulang kembali.
Kasus ini menjadi perbincangan hangat yang menyingkap dua sisi yang berbeda; maraknya kecaman publik atas perilaku yang dianggap tidak pantas, serta kisah pilu seorang penjual es teh yang berjuang menghidupi keluarganya. Semoga kasus ini menjadi pembelajaran bagi semua pihak, agar lebih saling menghargai dan menunjukkan empati kepada sesama.







