Liirk Lagu Viral “Tobi Tob Tob” di TikTok, Ternyata Punya Sejarah Panjang

Malang – Media sosial kembali diramaikan dengan tren lagu yang menarik perhatian warganet. Kali ini, sebuah lagu dengan lirik “Tobi Tob Tob Tobi Tob” viral di TikTok dan ramai digunakan dalam berbagai tantangan maupun video kreatif. Namun, siapa sangka lagu yang terdengar unik dan menghibur ini ternyata berasal dari syair Arab klasik yang telah ada sejak abad ke-8.

Lagu yang kini populer di kalangan pengguna TikTok ini sebenarnya merupakan bagian dari syair berjudul Sawt Al-Safiri Al-Bulbuli (صوت صفير البلبل). Syair tersebut ditulis oleh Al-Asma’i, seorang penyair dan ahli bahasa Arab terkemuka dari era Kekhalifahan Abbasiyah. Dikenal karena permainan kata yang rumit dan kefasihan bahasanya, syair ini sering digunakan untuk menguji kecakapan seseorang dalam berbahasa Arab.

Lirik yang Unik dan Penuh Tantangan

Salah satu alasan lagu ini viral adalah ritmenya yang cepat dan sulit diikuti. Banyak kreator di TikTok mencoba menyanyikannya sebagai tantangan, sementara yang lain menggunakannya sebagai latar dalam video komedi atau tarian. Tantangan untuk menghafal dan mengucapkan lirik dengan benar menjadi daya tarik tersendiri yang membuat tren ini semakin menyebar luas.

Lirik lagu ini menceritakan tentang cinta, keindahan alam, serta kehidupan sosial dengan gaya puitis yang khas. Berikut penggalan liriknya:

Sawt sufayr albulbal hij qalbi althamaliu(Suara kicauan burung bulbul menggetarkan hatiku yang mabuk cinta)

Alma’ walzuhr maean mae zahr lihazi almaqli(Air dan bunga bersama dengan keindahan yang tak tertandingi)

Lirik “Tob Tobi Tob” Arab dan Latin

Berikut ini lirik “Tob Tobi Tob” (Sawt Safitri Al Bulbuli) dalam bahasa Arab dan latin.

صَوْتُ صَفيرِ البُلْبُلِ هَيَّجَ قَلْبِيَ الثَمِلِالمَاءُ وَالزَّهْرُ مَعَاً مَعَ زَهرِ لَحْظِ المُقَلِ

Showtu shofiril-bulbuli

Hayyaja qolbi ya tsamili

Al-ma’u waz-zahru ma‘a

Ma‘a zahri lahzhil-muqoli

وَأَنْتَ يَاسَيِّدَ لِي وَسَيِّدِي وَمَوْلَى لِيفَكَمْ فَكَمْ تَيَّمَنِي غُزَيِّلٌ عَقَيْقَلي

Wa anta ya sayyidali

Wa sayyidi wa mawla li

Fa-kam fa-kam tayyamani

Ghuzayyilun ‘aqoyqoli

قَطَّفْتُ مِنْ وَجْنَتِهِ مِنْ لَثْمِ وَرْدِ الخَجَلِفَقَالَ لاَ لاَ لاَ ثم لاَ لاَ لاَ وَقَدْ غَدَا مُهَرْوِلِ

Qataftuhu Min Wajnatihi mil latsmi wardil khajali

Faqola la la la la la la Wa qod ghoda muharwili

وَالخُودُ مَالَتْ طَرَبَاً مِنْ فِعْلِ هَذَا الرَّجُفَوَلْوَلَتْ وَوَلْوَلَتُ وَلي وَلي يَاوَيْلَ لِي

Wal-khudu malat thorobam

Min fa’li hadzar-rojuli

Fawal walat wa-wal walat

Wali wali ya wayla li

فَقُلْتُ لا تُوَلْوِلِي وَبَيِّنِي اللُؤْلُؤَ لَيقَالَتْ لَهُ حِيْنَ كَذَا انْهَضْ وَجِدْ بِالنَّقَلِ

Faqultu la tuwal wili

Wabay yinil-lu’lu’ ‘ali

Qolat lahu hina kadza

Inhadh wa jid bin-naqoli

وَفِتْيَةٍ سَقَوْنَنِي قَهْوَةً كَالعَسَلَ لِيشَمَمْتُهَا بِأَنْفِي أَزْكَى مِنَ القَرَنْفُلِ

Wa fityatin saqownani

Qohwa tin kal-‘asalali

Shamamtuha bi-‘anfi

Azka minal-qoronfuli

فِي وَسْطِ بُسْتَانٍ حُلِي بالزَّهْرِ وَالسُرُورُ لِيوَالعُودُ دَنْ دَنْدَنَ لِي وَالطَّبْلُ طَبْ طَبَّلَ لِي

Fi wasthi bustanin huli

Biz-zahri was-sururu li

Wa ‘udu dandan dana li

Wath-thoblu thob thob thoba li

طَب طَبِ طَب طَبِ طَب طَب طَبَ ليوَالسَّقْفُ قَدْ سَقْسَقَ لِي وَالرَّقْصُ قَدْ طَبْطَبَ لِي

Thob thobbi thob thob thobbi thob

Thob thobbi thob thob thoba li

Was-saqqufu saqq saqq saqqo li

War-roqshu qod thob thoba li

شَوَى شَوَى وَشَاهِشُ عَلَى وَرَقْ سَفَرجَلِوَغَرَّدَ القَمْرُ يَصِيحُ مِنْ مَلَلٍ فِي مَلَلِ

Syawa syawa wasya hisyu

‘Ala waroq sifarjali

Wa ghorrodal-qomru yashihu

Malalin fi malali

فَلَوْ تَرَانِي رَاكِباً عَلَى حِمَارٍ أَهْزَلِيَمْشِي عَلَى ثَلاثَةٍ كَمَشْيَةِ العَرَنْجِلِ

Fa law taroni rokiban

‘Ala himarin ahzali

Yamsyi ‘ala tsala tsatin

Khamasy yatin ‘aronjili

وَالنَّاسُ تَرْجِمْ جَمَلِي فِي السُوقِ بالقُلْقُلَلِوَالكُلُّ كَعْكَعْ كَعِكَعْ خَلْفِي وَمِنْ حُوَيْلَلِي

Wan-nasu tarjim jamali

Fi suqi bal-qulqolali

Wa kullu ka’ka’ ka’ka’

Kholfi wa min huwaylali

لكِنْ مَشَيتُ هَارِبا مِنْ خَشْيَةِ العَقَنْقِلِيإِلَى لِقَاءِ مَلِكٍ مُعَظَّمٍ مُبَجَّلِ

Lakin masyaytu haribam

Min khosy yati ‘aqonqili

‘Ila liqa’i malikim

Mu‘azh zhomim mubajjali

يَأْمُرُلِي بِخِلْعَةٍ حَمْرَاءُ كَالدَّمْ دَمَلِيأَجُرُّ فِيهَا مَاشِياً مُبَغْدِدَاً للذيَّلِ

Ya’muru li bikhil‘atin

Hamra’u kad-dam dama li

‘Ajurru fiha masyiam

Mubagdida al lidz-dzayli

أَنَا الأَدِيْبُ الأَلْمَعِي مِنْ حَيِّ أَرْضِ المُوْصِلِنَظَمْتُ قِطَعاً زُخْرِفَتْ يَعْجَزُ عَنْهَا الأَدْبُ لِي

Ana al-adi bul-alma‘i

Min hayyi ardhil-mushili

Naẓhomatu qiṭho‘an zukhrifat

Ya‘jizu ‘anhal-adbu li

أَقُولُ فِي مَطْلَعِهَا صَوْتُ صَفيرِ البُلْبُلِ

Aqulu fī muthla ‘iha

Showtu shofīrl-bulbuli

Dengan susunan kata yang indah serta permainan fonetik yang khas, syair ini menjadi contoh sastra Arab yang masih relevan hingga saat ini.

Sejarah di Balik Syair yang Melegenda

Al-Asma’i menulis syair ini dalam sebuah kisah unik. Diceritakan bahwa Khalifah Abbasiyah saat itu, Harun Al-Rashid, ingin menguji kemampuan para penyair dan menjanjikan hadiah besar bagi siapa pun yang mampu menciptakan puisi yang sulit ditiru atau dihafal oleh juru tulis istana. Al-Asma’i pun menyusun Sawt Al-Safiri Al-Bulbuli dengan rangkaian kata yang kompleks dan cepat, hingga akhirnya tidak ada yang mampu menyalinnya dengan sempurna. Akibatnya, ia pun memenangkan hadiah dari sang khalifah.

Kebangkitan Melalui TikTok

Meski memiliki akar sejarah yang panjang, lagu ini kembali dikenal luas berkat media sosial. Dengan kecepatan penyebaran tren di platform seperti TikTok, lagu-lagu lawas dari berbagai budaya sering kali menemukan audiens baru dan menarik minat generasi muda.

Fenomena ini juga menunjukkan bagaimana teknologi dapat membantu melestarikan karya sastra dan budaya klasik. Dengan memahami makna serta asal-usul lagu ini, masyarakat dapat lebih mengapresiasi kekayaan sastra Arab yang masih bisa dinikmati di era modern.

Jadi, bagi yang penasaran dan ingin mencoba tantangan lirik “Tobi Tob Tob”, bersiaplah untuk mengasah kefasihan lidah dan menikmati keindahan puisi klasik yang telah melampaui batas waktu dan generasi!