Dua Astronot NASA Akan Pulang dengan SpaceX Akibat Masalah Propulsi Starliner Boeing

NASA memutuskan untuk membawa pulang dua astronot yang sebelumnya diluncurkan ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) dengan kapsul Starliner milik Boeing menggunakan kendaraan SpaceX pada awal tahun 2024. Hal ini diumumkan oleh kepala NASA, Bill Nelson, pada Sabtu, setelah serangkaian masalah pada sistem propulsi Starliner dinilai terlalu berisiko untuk membawa kembali kru.

Astronot veteran NASA, Butch Wilmore dan Suni Williams, yang keduanya merupakan mantan pilot uji militer, menjadi kru pertama yang menerbangkan Starliner pada 5 Juni 2024 dalam misi uji coba yang awalnya direncanakan berlangsung selama delapan hari. Namun, selama 24 jam pertama penerbangan ke ISS, terjadi serangkaian gangguan pada sistem propulsi Starliner, termasuk kegagalan lima dari 28 pendorongnya dan kebocoran helium yang digunakan untuk menekan pendorong.

“NASA telah memutuskan bahwa Butch dan Suni akan kembali dengan Crew-9 pada Februari mendatang, dan Starliner akan kembali tanpa awak,” kata Nelson dalam konferensi pers di Houston. Dia juga menyatakan bahwa keputusan tersebut telah dibahas dengan CEO baru Boeing, Kelly Ortberg, yang berkomitmen untuk mengatasi masalah teknis Starliner setelah kapsul kembali dengan selamat.

Sejak Starliner berlabuh ke ISS, Boeing telah berusaha keras untuk menyelidiki penyebab gangguan pendorong dan kebocoran helium, serta melakukan serangkaian tes dan simulasi di Bumi. Meskipun upaya tersebut dilakukan untuk meyakinkan NASA bahwa Starliner aman untuk digunakan, hasil pengujian justru menimbulkan lebih banyak pertanyaan teknis dan gagal meredakan kekhawatiran terkait keselamatan astronot dalam perjalanan pulang.

Menurut Amy Thompson, jurnalis ruang angkasa yang berbasis di Florida, keputusan NASA ini menegaskan prioritas mereka untuk keselamatan kru. “Kekhawatiran terbesar adalah apa yang akan terjadi selama re-entry jika kebocoran terus berlanjut atau jika pendorong gagal berfungsi. Ini adalah risiko yang tidak bisa diambil dengan astronot di dalamnya,” kata Thompson kepada Al Jazeera.

Keputusan untuk tidak menggunakan Starliner dalam perjalanan pulang kru ini semakin menambah tekanan pada Ortberg, yang baru saja menjabat sebagai CEO Boeing di tengah upaya perusahaan untuk memperbaiki reputasinya setelah berbagai masalah, termasuk insiden pada pesawat 737 MAX. NASA kini harus mempertimbangkan kembali jalur sertifikasi Starliner di tengah ketidakpastian teknis yang masih menyelimuti proyek tersebut.