Buntut Skandal ‘Kiss Cam’ Coldplay, CEO Astronomer Andy Byron Resmi Mengundurkan Diri

Zona Malang – Skandal “kiss cam” yang viral di konser Coldplay beberapa waktu lalu akhirnya mencapai puncaknya. Andy Byron, CEO dari startup operasi data Astronomer, secara resmi telah mengundurkan diri dari jabatannya.

Keputusan ini diambil setelah video canggung yang memperlihatkan dirinya bersama Chief People Officer perusahaan, Kristin Cabot, memicu kehebohan luar biasa di media sosial dan pers global.

Dalam sebuah pernyataan resmi yang dilansir dari Techcrunch, pihak Astronomer mengonfirmasi pengunduran diri Byron. Perusahaan menegaskan bahwa standar perilaku dan akuntabilitas yang diharapkan dari para pemimpinnya tidak terpenuhi dalam insiden tersebut.

“Para pemimpin kami diharapkan untuk menetapkan standar dalam perilaku dan akuntabilitas, dan baru-baru ini, standar itu tidak terpenuhi,” tulis perusahaan.

Untuk sementara waktu, salah satu pendiri sekaligus Chief Product Officer, Pete DeJoy, akan terus menjabat sebagai CEO interim sementara dewan direksi mencari pengganti permanen.

Kristin Cabot, eksekutif yang juga terekam dalam video, sebelumnya telah ditempatkan dalam status cuti bersama Byron, dan statusnya pasca-pengunduran diri CEO belum diumumkan lebih lanjut.

Insiden ini bermula ketika “kiss cam” di konser Coldplay menyorot Byron, yang sudah menikah, tengah merangkul Cabot. Keduanya tampak panik dan mencoba bersembunyi dari sorotan kamera, yang kemudian memicu candaan dari vokalis Chris Martin, “Entah mereka berselingkuh atau mereka hanya sangat pemalu.”

Video momen tersebut meledak di dunia maya. Mengutip data dari Axios, dalam 24 jam setelah kejadian, lebih dari 22.000 artikel berita diterbitkan tentang Astronomer, startup yang sebelumnya kurang dikenal publik namun baru saja mengumpulkan pendanaan Seri D senilai $93 juta pada bulan Mei.

Menghadapi krisis citra ini, Astronomer berusaha mengalihkan kembali fokus publik pada bisnis inti mereka.

“Sebelum minggu ini, kami dikenal sebagai pelopor di ruang DataOps… Sementara kesadaran akan perusahaan kami mungkin telah berubah dalam semalam, produk kami dan pekerjaan kami untuk pelanggan kami tidak,” tambah perusahaan dalam pernyataannya, menegaskan komitmen mereka terhadap operasional bisnis di tengah badai kontroversi.