Polres Metro Jakarta Selatan telah mengamankan selebgram Chandrika Chika bersama dengan lima rekannya dalam kasus penyalahgunaan narkoba. Hasil pemeriksaan menyatakan bahwa Chika positif menggunakan ganja liquid, yang berasal dari rokok elektrik yang menjadi barang bukti penangkapan.
Penangkapan terhadap Chika dan lima rekannya dilakukan pada hari Senin (23/4) sekitar pukul 23.00 WIB di salah satu hotel di Kelurahan Karet Kuningan, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan.
“Ada enam orang yang kami tetapkan sebagai tersangka penyalahgunaan narkotika,” ungkap Wakasat Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Rezka Anugras.
Keenam orang tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka, yakni AT (24), MC (22), CK (20) perempuan, serta AMO (22), BB (25), dan HJ (27) laki-laki.
Rezka menjelaskan bahwa para tersangka, selain menjadi selebgram, juga termasuk atlet e-sport yang memiliki pengikut yang cukup banyak, bahkan mencapai ratusan ribu hingga dua juta.
Dalam penggerebekan tersebut, pihak kepolisian berhasil menyita satu buah rokok elektrik yang berisi cairan ganja sebagai barang bukti utama.
AKP Rezka juga menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap keenam tersangka, dan hasil tes urine menunjukkan bahwa mereka positif menggunakan narkotika.
Kasus ini menunjukkan perlunya kesadaran akan bahaya penyalahgunaan narkoba di kalangan masyarakat, termasuk di kalangan selebriti dan figur publik.
Langkah penegakan hukum yang tegas dari pihak kepolisian diharapkan dapat menjadi peringatan bagi semua pihak untuk menjauhi penyalahgunaan narkoba demi kesehatan dan keselamatan bersama.
Bahaya Narkoba
Penyalahgunaan narkoba merupakan ancaman serius bagi individu dan masyarakat secara keseluruhan. Berikut adalah beberapa bahaya yang terkait dengan penggunaan narkoba:
- Ketergantungan: Salah satu bahaya utama dari penggunaan narkoba adalah risiko terjadinya ketergantungan. Zat-zat narkotika dapat mengubah cara kerja otak dan menyebabkan seseorang menjadi terbiasa dan bergantung pada narkoba untuk merasa baik.
- Kerusakan kesehatan: Penggunaan narkoba dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk kerusakan organ tubuh seperti hati, paru-paru, dan ginjal. Selain itu, narkoba juga dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit menular seperti HIV/AIDS dan hepatitis melalui penggunaan jarum suntik bersama.
- Gangguan mental: Beberapa jenis narkoba dapat menyebabkan gangguan mental seperti kecemasan, depresi, paranoia, dan psikosis. Pengguna narkoba juga rentan mengalami gangguan mood dan gangguan psikologis lainnya.
- Gangguan perilaku: Narkoba dapat memengaruhi perilaku seseorang, termasuk menimbulkan kecanduan, impulsivitas, agresivitas, dan perilaku merusak. Ini dapat menyebabkan masalah dalam hubungan sosial, keluarga, dan pekerjaan.
- Resiko kecelakaan: Penggunaan narkoba dapat memengaruhi kemampuan seseorang untuk berkendara atau melakukan aktivitas lainnya dengan aman. Ini meningkatkan risiko kecelakaan yang dapat menyebabkan cedera serius atau bahkan kematian, baik bagi pengguna maupun orang lain di sekitarnya.
- Kriminalitas: Penyalahgunaan narkoba seringkali terkait dengan perilaku kriminal seperti pencurian, perampokan, dan perdagangan narkoba ilegal. Hal ini dapat menyebabkan individu terlibat dalam aktivitas ilegal yang berbahaya dan merugikan masyarakat.
Dengan demikian, penting bagi masyarakat untuk menyadari bahaya yang terkait dengan penggunaan narkoba dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang tepat untuk melindungi diri dan orang-orang di sekitarnya. Ini termasuk mengedukasi diri sendiri dan orang lain tentang risiko narkoba, mencari bantuan jika diperlukan, dan menghindari situasi atau lingkungan yang dapat memicu penggunaan narkoba.







