Zona Malang – Prestasi gemilang kembali diukir oleh para mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (FH UB). Tim dari Komunitas Debat Fakultas Hukum (KDFH) berhasil membawa pulang gelar Juara 1 sekaligus menyabet predikat Pembicara Terbaik (Best Speaker) dalam ajang kompetisi debat hukum tingkat nasional, Sriwijaya Law Fair 2025.
Kompetisi yang digelar secara luring di Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya, Palembang, pada 27 hingga 31 Agustus lalu ini menjadi panggung bagi talenta-talenta hukum terbaik dari berbagai universitas di Indonesia. Tim UB, yang digawangi oleh Ferio Ivan Mulyono, Vinli Ikva Hani, dan Frascatia Romaya Dewi, menunjukkan dominasinya sepanjang turnamen.
Perjuangan tim KDFH UB untuk meraih gelar juara tidaklah mudah. Mereka harus melalui serangkaian babak yang sangat kompetitif, dimulai dari seleksi video di tahap penyisihan, melaju ke dua putaran semifinal yang sengit, hingga akhirnya berhadapan dengan lawan terberat di babak final: tim tuan rumah, Universitas Sriwijaya.
Dalam partai puncak tersebut, tim UB bertindak sebagai tim pro yang mendukung mosi mengenai “penghitungan masa jabatan kepala daerah petahana sejak pelantikan dalam Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Kepala Daerah (PHPU Kada)”. Dengan argumentasi hukum yang kokoh dan terstruktur, mereka berhasil meyakinkan dewan juri dan mengunci gelar juara.
Frascatia Romaya Dewi, salah satu anggota tim, menceritakan bahwa keikutsertaan mereka dalam lomba ini awalnya adalah untuk mengisi waktu luang di tengah kesibukan mengerjakan skripsi. Namun, kesempatan untuk kembali berkompetisi secara tatap muka setelah lama tertunda membangkitkan semangat juang yang luar biasa.
“Banyak sekali pengalaman ketika berkesempatan mengikuti perlombaan secara luring. Vibes-nya berbeda dan lebih antusias,” ceritanya.
Keberhasilan tim semakin lengkap dengan diraihnya predikat Best Speaker oleh Vinli Ikva Hani, yang berhasil mencatatkan skor individu tertinggi di antara seluruh peserta.
Menurut Vinli, kunci untuk menjadi pembicara terbaik terletak pada kombinasi antara kepercayaan diri yang tinggi dan alur logika penyampaian argumen yang runut dan mudah dipahami.
Ia pun menitipkan pesan inspiratif bagi para juniornya di KDFH UB. “Semoga adik-adik di KDFH UB mewarisi semangat, kecerdasan, dan keberanian yang sama untuk mengikuti lomba perdebatan, terutama menjadi pembicara kedua,” kesan Vinli, merujuk pada peran krusial pembicara kedua dalam sebuah debat.
Di luar arena kompetisi, delegasi dari Malang ini juga memanfaatkan waktu mereka untuk mengeksplorasi kekayaan budaya Kota Palembang. Ferio selaku ketua delegasi mengungkapkan bahwa mereka sempat mengunjungi beberapa tempat ikonik dan mencicipi kuliner khas Pempek, yang menjadi pengalaman berharga di luar kegiatan akademik.
Kemenangan ini tidak hanya menambah koleksi trofi bagi KDFH dan Fakultas Hukum UB, tetapi juga menjadi penegasan atas kualitas pendidikan dan tradisi intelektual yang terus diasah di kampus tersebut. Prestasi ini diharapkan dapat menjadi pemantik semangat bagi para mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi dan mengharumkan nama almamater di kancah nasional.







