Zona Malang – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menerima kunjungan kehormatan dari Duta Besar Bulgaria untuk Indonesia, Tanya Dimitrova, pada Kamis (9/10) malam. Dalam pertemuan hangat yang digelar di Balai Kota Malang, Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin, secara proaktif menjajaki berbagai peluang kerja sama strategis, mulai dari sektor pendidikan, budaya, ekonomi, hingga membuka koridor baru untuk penempatan tenaga kerja asal Malang di Eropa.
Kunjungan ini disambut sebagai momentum penting yang melampaui sekadar silaturahmi diplomatik. Wawali Ali Muthohirin menegaskan bahwa pertemuan ini adalah pintu pembuka bagi kolaborasi nyata yang dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat kedua belah pihak. Diskusi yang berlangsung akrab tersebut fokus pada bagaimana Malang dan Bulgaria dapat saling mengisi dan belajar.
Kunjungan ini sendiri bukan tanpa alasan. Sebagai salah satu Kota Pendidikan utama di Indonesia dengan puluhan perguruan tinggi dan ratusan ribu mahasiswa, Malang memiliki daya tarik kuat di bidang akademik dan riset. Hal ini menjadi landasan utama saat Wawali Ali membahas potensi kerja sama di bidang pendidikan tinggi, sains, dan teknologi, yang dapat membuka peluang pertukaran pelajar maupun dosen antar kedua negara.
Dalam pertemuan tersebut, Wawali Ali secara spesifik mengusulkan dua program kerja sama yang sangat konkret. Pertama, ia berharap dapat memperkenalkan produk-produk unggulan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Kota Malang ke pasar Bulgaria melalui skema business matching. Ini adalah upaya untuk membuka jalur ekspor baru bagi para pelaku usaha kreatif di Malang.
Salah satu topik paling strategis yang dibahas adalah peluang untuk menempatkan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kota Malang di sektor-sektor formal di Bulgaria. Wawali Ali menjelaskan bahwa saat ini, sekitar 260 PMI asal Malang mayoritas bekerja di wilayah Asia Timur. Membuka koridor baru ke negara Eropa seperti Bulgaria akan menjadi langkah diversifikasi yang penting.
“Mudah-mudahan dengan pertemuan ini kita bisa membuka peluang agar pekerja migran kita bisa juga mendapat akses bekerja di Bulgaria. Kalau secara SDM, kami percaya kita siap dan mumpuni,” yakin Wawali Ali.
Peluang kerja sama, khususnya di bidang kebudayaan, mendapat sambutan hangat dari Dubes Tanya Dimitrova, yang ternyata menyandang gelar Ph.D. di bidang folklor. Latar belakang akademisnya di bidang budaya membuatnya sangat antusias dengan ide pertukaran budaya. Ia pun menegaskan bahwa hubungan diplomatik antara Indonesia dan Bulgaria telah terjalin erat sejak era Presiden Soekarno dan kini saatnya untuk mengembangkannya lebih jauh.
Dubes Tanya menyatakan bahwa pihaknya dengan senang hati akan membantu mencarikan akses dan peluang di berbagai bidang.
“Tak hanya hubungan politik, namun kita juga mengembangkan kerja sama di berbagai bidang. Kami dengan senang hati akan mencarikan akses juga peluang dalam pendidikan, bisnis, kebudayaan yang bisa dikoneksikan dengan Kota Malang, Indonesia,” tutupnya, memberikan sinyal positif bagi semua usulan yang dibahas.
Bagi Anda warga Kota Malang, kunjungan diplomatik ini membawa kabar penting dan harapan akan terbukanya peluang-peluang nyata. Ini bukan sekadar seremoni, melainkan langkah awal yang berpotensi memberikan manfaat langsung bagi berbagai kalangan. Bagi para mahasiswa dan akademisi, ini adalah sinyal adanya potensi program pertukaran atau beasiswa ke Eropa.
Bagi para pelaku UMKM, ini adalah secercah harapan untuk menembus pasar ekspor baru. Sementara bagi para calon pekerja, ini adalah kemungkinan terbukanya pintu untuk bekerja secara formal di negara Uni Eropa dengan standar dan perlindungan yang lebih baik.







