Malang, Zona Malang – Pemerintah Kota Malang, melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag), mengambil langkah inovatif dengan mendirikan “Warung Tekan Inflasi Mbois Ilakes”.
Warung ini bertujuan menyediakan sembako murah sebagai upaya menekan inflasi selama musim Natal dan Tahun Baru 2023. Warung tersebut ditempatkan strategis di tiga pasar utama, yaitu Pasar Dinoyo, Pasar Blimbing, dan Pasar Besar Kota Malang.
Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menjelaskan bahwa pembukaan Warung Tekan Inflasi ini menjadi langkah strategis untuk mengintervensi harga komoditi yang mengalami kenaikan. Ini dilakukan dengan menyajikan beragam sembako dengan harga lebih terjangkau dibandingkan harga normal di pasaran.
Harga Sembako Terjangkau di Warung Tekan Inflasi
Dalam peresmian Warung Tekan Inflasi di Pasar Dinoyo, Pj Wali Kota menyampaikan informasi harga-harga sembako yang ditawarkan. Contohnya, cabai rawit dijual dengan harga Rp 45 ribu per kilogram, lebih murah dari harga normal sekitar Rp 70 ribu.
Begitu juga dengan harga beras, minyak goreng, telur, dan bawang merah yang ditawarkan dengan harga bersaing.
Inisiatif Berkelanjutan untuk Nataru
Wahyu Hidayat menegaskan bahwa Warung Tekan Inflasi ini beroperasi selama seminggu mulai tanggal 24 Desember hingga 31 Desember 2023. Dengan anggaran melalui BTT senilai Rp 2 miliar, pemerintah berharap dapat membantu warga Kota Malang memenuhi kebutuhan pokok selama Nataru.
Selain itu, tidak menutup kemungkinan warung sembako murah ini akan diperluas pasca Nataru ke seluruh pasar di Kota Malang.
Batasan Pembelian dan Pengawasan Ketat
Eko Sri Yuliadi, Kepala Diskopindag Kota Malang, menekankan bahwa warung ini tidak hanya untuk masyarakat umum tetapi juga untuk pedagang. Namun, ada batasan keuntungan bagi pedagang yang menjual kembali, maksimal Rp 2.500.
Pembelian cabai oleh masyarakat umum, misalnya, dibatasi maksimal 2 kilogram, sementara pedagang dapat membeli hingga 10 kilogram dengan menunjukkan KTP.
Ajakan untuk Tidak Panic Buying dan Antre dengan Tertib
Eko menekankan bahwa warung ini dibuka selama seminggu hingga akhir tahun, dan masyarakat tidak perlu melakukan panic buying. Harga sembako di Warung Tekan Inflasi di bawah harga pasaran, dan pembelian diatur dengan ketentuan tertentu.
Pihak Diskopindag berharap masyarakat dapat mengantre dengan tertib, dan semua layanan di warung ini akan dijalankan dengan baik.***







