Zonamalang.com– Pemerintah Kabupaten Malang bersama jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI) kembali mengambil langkah strategis untuk mempercepat pembangunan wilayah pinggiran. Komitmen ini diwujudkan melalui Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Tahun Anggaran 2026 yang diselenggarakan secara virtual pada Kamis (17/9) siang.
Mengusung tema besar “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa”, agenda krusial ini dipusatkan dari Ruang Command Center Kodim 0818 Malang-Batu. Pertemuan lintas instansi ini menjadi wadah penting untuk menyinkronkan visi serta target pembangunan antara aparat militer kewilayahan dan para pemangku kebijakan daerah.
Jajaran pimpinan daerah turut hadir langsung mengawal perencanaan program strategis ini. Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, M.M., tampak berpartisipasi didampingi oleh Sekretaris Daerah, Dr. Ir. Budiar, M.Si., bersanding dengan Danrem 083/Baladhika Jaya, Kolonel Inf. Wahyu Ramadhanus Suryawan beserta para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Forum koordinasi ini secara khusus difokuskan pada pemetaan sasaran dan penyusunan rancangan program terpadu TMMD yang akan dieksekusi. Pemerintah daerah bersama TNI berupaya keras memastikan bahwa setiap proyek pembangunan yang dirancang akan dieksekusi secara tepat sasaran, efisien, dan benar-benar menjawab kebutuhan riil masyarakat perdesaan.
Sinergi lintas sektoral semacam ini memegang peranan yang sangat vital dalam mendorong pemerataan infrastruktur, terutama di wilayah-wilayah yang aksesibilitasnya masih terbatas. Pembangunan sarana jalan, perbaikan fasilitas umum, hingga penyediaan infrastruktur dasar menjadi pilar utama untuk mendongkrak kelancaran distribusi ekonomi desa.
Lebih dari sekadar berfokus pada pengerjaan fisik, kolaborasi solid ini juga menyentuh aspek pemberdayaan sumber daya manusia secara komprehensif. Peningkatan kapasitas warga, edukasi wawasan kebangsaan, serta penguatan potensi lokal menjadi fondasi penting agar sebuah desa mampu berdiri mandiri secara ekonomi setelah masa program berakhir.
Melalui semangat persatuan dalam bingkai TMMD, Pemerintah Kabupaten Malang kembali menegaskan komitmennya untuk memaksimalkan skema kolaborasi pentahelix. Keterlibatan prajurit TNI di lapangan dinilai sebagai katalisator percepatan pembangunan yang sangat efektif karena adanya kedekatan kultural antara babinsa dan masyarakat di tingkat akar rumput.
Dilihat dari kacamata sosiologis dan ekonomi pembangunan, program TMMD selama ini telah diakui sebagai salah satu instrumen negara paling ampuh dalam memangkas jurang kesenjangan antara masyarakat kota dan desa. Keterlibatan langsung prajurit yang tinggal dan bergotong royong bersama warga selama sebulan penuh mampu menciptakan kohesi sosial yang nilainya jauh melampaui wujud fisik bangunan itu sendiri.
Ke depan, kesinambungan sinergi antara pemerintah sipil dan institusi militer ini diharapkan mampu memperkokoh ketahanan wilayah secara menyeluruh. Ketika infrastruktur desa telah memadai dan masyarakatnya semakin berdaya saing, desa di Kabupaten Malang diproyeksikan akan bertransformasi menjadi pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru yang menyejahterakan seluruh warganya.







