Polisi TNI dan Warga Gotong Royong Bersihkan Sampah dan Parit di Jembatan Sungai Jilu Pakis Malang dalam Gerakan ASRI

Polisi, TNI, dan warga bersihkan sampah serta parit di Jembatan Sungai Jilu Pakis Malang dalam Gerakan Indonesia ASRI; simak langkah dan ajakan partisipasinya sekarang.

Zonamalang.com — Polisi, TNI, dan warga setempat melaksanakan aksi pembersihan sampah dan pengerukan parit di sekitar Jembatan Sungai Jilu, Dusun Bonangan, Desa Sumberkradenan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Kamis (17/9/2026), sebagai upaya menjaga kebersihan lingkungan dan kelancaran aliran air.

Kegiatan yang berlangsung di lokasi strategis tersebut melibatkan unsur Polsek dan Koramil Pakis, Muspika Kecamatan Pakis, Dinas Perhubungan, Dinas Bina Marga, pemerintah desa, serta mahasiswa KKN Universitas Negeri Surabaya. Aksi ini berlangsung sejak pagi dan melibatkan ratusan peserta dari berbagai unsur.

Kapolsek Pakis, AKP Bambang Subinajar, menjelaskan bahwa pembersihan difokuskan pada pengangkatan sampah dan pembersihan parit di sekitar jembatan agar saluran air tetap berfungsi optimal. Menurutnya, lokasi tersebut merupakan jalur aktivitas warga sehingga kebersihan menjadi prioritas.

“Kami bersama-sama membersihkan sampah dan parit di sekitar jembatan. Setelah dibersihkan, tentu harus sama-sama dijaga,” ujar Bambang saat memantau kegiatan di lapangan.

Bambang menambahkan bahwa sampah yang menumpuk di parit berpotensi menghambat aliran air, terutama saat hujan deras, sehingga dapat meningkatkan risiko genangan atau banjir lokal. Oleh karena itu, perawatan rutin saluran air menjadi bagian penting dari mitigasi bencana skala kecil.

Kepala Desa Sumberkradenan menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan ini dan mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah desa menilai kolaborasi lintas sektor seperti ini efektif meningkatkan kesadaran warga untuk tidak membuang sampah sembarangan.

Mahasiswa KKN Universitas Negeri Surabaya yang ikut serta juga memberikan edukasi singkat kepada warga tentang pentingnya pengelolaan sampah rumah tangga dan pemeliharaan saluran air. Kegiatan lapangan dipadukan dengan sosialisasi agar hasil pembersihan dapat dipertahankan.

Dinas terkait, termasuk Bina Marga dan Dinas Perhubungan, turut membantu dengan menyediakan alat dan tenaga untuk membersihkan material yang menghambat parit. Koordinasi teknis ini memastikan pekerjaan berjalan aman dan efisien tanpa mengganggu arus lalu lintas di sekitar jembatan.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah), sebuah inisiatif yang mendorong keterlibatan pemerintah, aparat, dan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan publik. Gerakan ini menekankan bahwa kebersihan adalah tanggung jawab bersama.

Dalam penutupnya, AKP Bambang mengingatkan bahwa kebiasaan sederhana seperti tidak membuang sampah sembarangan dan menjaga fasilitas umum dapat dimulai dari setiap individu. Ia berharap kegiatan gotong royong ini menjadi pemicu agar warga terus menjaga lingkungan setelah aksi pembersihan selesai.

Para pengamat lingkungan setempat menilai bahwa kegiatan semacam ini penting tidak hanya untuk estetika, tetapi juga untuk fungsi ekologis sungai dan drainase. Mereka mendorong adanya jadwal pembersihan berkala dan penguatan program pengelolaan sampah di tingkat desa.

Sebagai tindak lanjut, pemerintah desa bersama Muspika berencana menyusun jadwal patroli kebersihan dan program edukasi berkelanjutan. Langkah ini diharapkan memperkecil kemungkinan sampah kembali menumpuk dan menjaga fungsi saluran air sepanjang tahun.

Keterlibatan lintas unsur dalam aksi di Jembatan Sungai Jilu menjadi contoh praktik kolaboratif yang dapat direplikasi di wilayah lain. Keberhasilan jangka panjang bergantung pada konsistensi partisipasi warga dan dukungan teknis dari instansi terkait.