Kota Malang, Zona Malang – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang terus menggalakkan berbagai upaya untuk meningkatkan kapabilitas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Dalam rangkaian upaya ini, Pemkot Malang, melalui Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag), rutin memberikan pendampingan serta menggelar berbagai pelatihan untuk para pelaku UMKM. Salah satu kegiatan terbaru adalah Pelatihan Kriya Home Décor yang diselenggarakan di Hotel Montana 2 Kota Malang pada Selasa, 4 Juni 2024.
Pelatihan Kriya Home Décor di Hotel Montana 2 Kota Malang
Kepala Diskopindag Kota Malang, Dr. Eko Sri Yuliadi, S.Sos, MM, menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk membantu pelaku usaha mikro di Kota Malang dalam mengembangkan keterampilan tangan. Keterampilan ini mencakup berbagai teknik seperti merajut, menjahit, melukis, hingga mendaur ulang barang-barang untuk dijadikan hiasan dan dekorasi rumah.
“Kami berharap setelah mengikuti pelatihan ini, peserta dapat mempraktikkan keterampilan yang mereka peroleh di rumah masing-masing. Selain itu, kami mendorong mereka untuk mengembangkan keterampilan ini menjadi usaha rumahan yang dapat menambah penghasilan, sehingga pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Dr. Eko Sri Yuliadi.
Pelatihan ini diikuti oleh 55 peserta yang berasal dari berbagai kalangan. Peserta dipilih berdasarkan usulan dari musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang), komunitas UMKM, serta warga umum yang telah mendaftarkan diri. Dalam pelatihan ini, narasumber dan instruktur berasal dari Komunitas Usaha Kreatif Jawa Timur (KUKJ), yang memiliki pengalaman dan keahlian dalam bidang kriya.
Rutin Menggelar Berbagai Pelatihan
Diskopindag Kota Malang tidak hanya fokus pada pelatihan di bidang kriya. Bidang Usaha Mikro Diskopindag juga secara rutin menggelar beragam pelatihan, terutama di sektor kuliner dan kriya. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui Klinik Bisnis Diskopindag yang memberikan pelatihan manajemen usaha. Pelatihan ini mencakup berbagai aspek penting seperti keuangan dan pemasaran, yang sangat diperlukan untuk mengelola usaha dengan lebih efektif dan efisien.
“Berbagai pelatihan yang kami selenggarakan dirancang untuk menjawab kebutuhan para pelaku UMKM dalam menghadapi tantangan bisnis sehari-hari. Kami ingin mereka tidak hanya memiliki keterampilan teknis tetapi juga mampu mengelola usaha dengan baik,” tambah Dr. Eko Sri Yuliadi.
Informasi terkait beragam pelatihan yang diadakan oleh Diskopindag dan Klinik Bisnis Diskopindag dapat diakses melalui media sosial mereka. Dengan cara ini, masyarakat luas dapat memperoleh informasi dengan mudah dan bergabung dalam pelatihan yang sesuai dengan minat dan kebutuhan mereka.
Upaya Pemkot Malang dalam Meningkatkan UMKM
Pelatihan seperti ini merupakan bagian dari strategi Pemkot Malang untuk mendukung perkembangan UMKM di wilayahnya. Dengan memberikan akses kepada pelatihan keterampilan dan manajemen usaha, diharapkan para pelaku UMKM dapat lebih kompetitif dan mandiri. Hal ini sejalan dengan visi Pemkot Malang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan ekonomi lokal.
Selain pelatihan, Pemkot Malang juga berupaya memberikan akses yang lebih luas bagi UMKM untuk memasarkan produk mereka. Berbagai event pameran dan bazaar UMKM sering kali digelar untuk mempertemukan pelaku usaha dengan konsumen secara langsung. Event-event semacam ini tidak hanya menjadi ajang promosi tetapi juga sebagai sarana untuk mendapatkan feedback langsung dari konsumen, yang sangat berharga untuk pengembangan produk lebih lanjut.
Mendorong Inovasi dan Kreativitas
Pelatihan Kriya Home Décor dan pelatihan lainnya yang diselenggarakan oleh Diskopindag juga menekankan pentingnya inovasi dan kreativitas. Dalam era digital seperti sekarang, kemampuan untuk berinovasi menjadi salah satu kunci keberhasilan UMKM. Oleh karena itu, pelatihan-pelatihan ini juga mencakup aspek-aspek seperti penggunaan teknologi digital dalam proses produksi dan pemasaran.
“Kami berkomitmen untuk terus mendorong inovasi di kalangan UMKM. Dengan kreativitas dan inovasi, kami yakin UMKM di Kota Malang bisa bersaing tidak hanya di pasar lokal tetapi juga di pasar nasional dan internasional,” kata Dr. Eko Sri Yuliadi.
Dengan berbagai upaya tersebut, Pemkot Malang berharap UMKM di wilayahnya dapat tumbuh dan berkembang dengan pesat. Dukungan yang diberikan melalui pelatihan, pendampingan, dan akses pemasaran diharapkan mampu menciptakan ekosistem bisnis yang kondusif bagi UMKM. Pada akhirnya, hal ini akan berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Kota Malang secara keseluruhan.







