Malang, 17 Juli 2024 – Dengan mengenakan pakaian adat Malangan, Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, M.M, didampingi oleh istri yang juga menjabat sebagai Ketua TP PKK Kabupaten Malang, Hj. Anis Zaida Sanusi, menghadiri Pagelaran Wayang Kulit dalam rangka Haul Eyang Raden Mas Iman Soedjono. Acara ini digelar di Area Pesarean Gunung Kawi, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang, pada Selasa malam (16/7).
Penyerahan Gunungan Wayang
Dalam kesempatan ini, penyerahan Gunungan Wayang dari Ketua Yayasan Ngesti Gondo kepada Bupati Malang dilanjutkan kepada Dalang Ki Eko Saputro sebagai simbol dimulainya pagelaran. Acara ini turut dihadiri oleh Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Pj. Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Malang, jajaran Kepala OPD Kabupaten Malang, para Camat se-Kabupaten Malang, Keluarga Besar Yayasan Ngesti Gondo, serta para sesepuh dan tokoh masyarakat setempat.
Apresiasi dari Bupati Malang
Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Malang, Bupati Malang menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dan berpartisipasi aktif dalam mendukung terselenggaranya Haul Eyang RM. Iman Soedjono. “Selain sebagai wujud penghormatan kepada para pendahulu kita, khususnya Eyang RM Iman Soedjono, kegiatan ini juga menjadi wujud atensi kita terhadap potensi kepariwisataan Kabupaten Malang di wilayah Gunung Kawi,” ujar Bupati Malang.
Baca Juga: Bupati Malang Hadiri Acara Bersih Dusun Jatisari, Semarakkan Tradisi dan Eratkan Silaturahmi
Sejarah Eyang RM. Iman Soedjono
Sebagai informasi, Eyang RM. Iman Soedjono adalah seorang bangsawan yang tergabung dengan Laskar Pangeran Diponegoro. Dalam perjalanannya, beliau memutuskan untuk menetap di Desa Wonosari, tempat gurunya, Eyang Djoego, dimakamkan. “Jasa-jasa beliau terhadap syiar Islam maupun kehidupan sehari-harinya dalam bermasyarakat yang penuh kerendahan hati menjadi warisan nilai-nilai luhur yang perlu kita ambil hikmahnya untuk kita teladani dan wariskan ke anak-cucu kita,” jelas Bupati Malang.
Nilai-Nilai Luhur dan Keagamaan
Selain itu, Bupati Malang juga menekankan bahwa kegiatan ini mengajarkan cara mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa melalui esensi sangkan paraning dumadi dan memayu hayuning bawono. Konsep sangkan paraning dumadi membawa kita untuk mengenal Tuhan lebih dekat dengan mengetahui asal dan tujuan akhir kehidupan. Sementara memayu hayuning bawono berkaitan dengan usaha kita dalam menjaga, melestarikan, dan mengembangkan dunia sebagai bekal kembali kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Pentingnya Silaturahmi dan Gotong Royong
Bupati Malang berharap agar peringatan haul ini dapat menjadi wadah silaturahmi dalam memperkuat semangat gotong-royong dan ikatan kekeluargaan. “Mudah-mudahan kegiatan ini dapat terus dilestarikan dan ditingkatkan pelaksanaannya sebagai upaya menjaga kekayaan khasanah tradisi budaya Kabupaten Malang,” harap Bupati Malang. Ia menambahkan bahwa kegiatan semacam ini tidak hanya membawa dampak positif bagi peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Desa Wonosari dan sekitarnya, tetapi juga menjadi bagian dari partisipasi aktif dalam melestarikan nilai-nilai budaya bangsa.
Dengan demikian, acara Haul Eyang Raden Mas Iman Soedjono tidak hanya menjadi ajang penghormatan kepada para leluhur tetapi juga sebagai upaya untuk mengukuhkan tradisi dan budaya lokal yang sarat akan nilai-nilai luhur. Bupati Malang mengajak seluruh masyarakat untuk terus mendukung dan melestarikan kegiatan-kegiatan serupa demi kemajuan dan kesejahteraan bersama.







