Malang, 24 Juli 2024 – Tradisi Bersih Desa Tambakasri yang ke-113 kembali digelar dengan meriah di Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang. Acara yang merupakan wujud syukur masyarakat setempat ini dihadiri langsung oleh Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, MM, beserta jajaran pejabat daerah dan tokoh masyarakat.
Berlokasi di Balai Desa Tambakasri, acara ini menampilkan beragam ritual dan kesenian tradisional yang telah diwariskan secara turun-temurun. Salah satu highlight acara adalah arak-arakan Jolen, sebuah tradisi unik yang melambangkan ungkapan syukur masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.
“Kegiatan Bersih Desa ini sejalan dengan ajaran Rasulullah SAW, di mana berbagi menjadi perwujudan rasa syukur masyarakat,” ungkap Bupati Sanusi dalam sambutannya. Beliau juga menekankan pentingnya tradisi ini dalam mempererat solidaritas dan gotong royong di kalangan warga.
Selain arak-arakan Jolen, acara juga diisi dengan pembacaan ikrar suro dan jenjang krawat, yang menceritakan sejarah berdirinya Desa Tambakasri. Ritual-ritual ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana pelestarian budaya dan penguatan identitas lokal.
Dr. Widya Fitriani, antropolog dari Universitas Brawijaya, menjelaskan signifikansi acara ini dari sudut pandang akademis. “Bersih Desa Tambakasri adalah contoh sempurna bagaimana tradisi lokal dapat bertahan dan beradaptasi dengan perkembangan zaman. Ini bukan sekadar ritual, tapi juga mekanisme sosial yang memperkuat ikatan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang, Ir. Agus Supriyanto, melihat potensi wisata budaya dari acara ini. “Kami berencana untuk mempromosikan Bersih Desa Tambakasri sebagai salah satu destinasi wisata budaya unggulan Kabupaten Malang. Ini adalah aset berharga yang dapat menarik wisatawan domestik maupun mancanegara,” jelasnya.
Masyarakat setempat juga merasakan dampak positif dari acara tahunan ini. Ibu Siti Aminah, pedagang makanan tradisional, mengaku pendapatannya meningkat signifikan selama acara berlangsung. “Alhamdulillah, banyak pengunjung yang membeli jajanan tradisional. Ini sangat membantu ekonomi kami,” ujarnya senang.
Bupati Sanusi juga menekankan nilai spiritual dari tradisi bersedekah yang menjadi inti dari acara ini. “Barang siapa yang bersedekah satu, nantinya akan diganti 10 kali lipat oleh Allah SWT dan dilancarkan semua rezekinya,” tuturnya, mengutip ajaran agama.
Acara Bersih Desa Tambakasri ke-113 ini tidak hanya menjadi bukti kekayaan budaya Kabupaten Malang, tetapi juga cerminan harmoni sosial dan spiritualitas masyarakat setempat. Dengan dukungan pemerintah daerah dan antusiasme warga, tradisi ini dipastikan akan terus lestari dan bahkan berkembang di masa mendatang.
Pemerintah Kabupaten Malang berkomitmen untuk terus mendukung dan melestarikan tradisi-tradisi serupa di seluruh wilayahnya, sebagai bagian dari upaya memperkuat identitas budaya dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui potensi wisata budaya.







