Bupati Malang Hadiri Bersih Dusun Borogragal, Tekankan Pentingnya Pendidikan

Zona Malang, MALANG – Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, MM., menghadiri acara Bersih Dusun Borogragal di Desa Donowarih, Kecamatan Karangploso, pada Selasa (6/8/2024) malam. Acara ini diisi dengan pertunjukan kesenian tradisional ludruk “Armada”.

Dalam sambutannya, Bupati Sanusi menyampaikan harapan agar seluruh warga Dusun Borogragal dibukakan pintu rezekinya, dijauhkan dari bala, dan diberikan kesehatan. “Alhamdulillah, malam ini kita bersama-sama mengadakan kegiatan bersih dusun, bersih desa, serta sedekah bumi dengan harapan diberi keselamatan oleh Allah SWT,” ujarnya.

Sanusi menegaskan bahwa kegiatan semacam ini merupakan bentuk gotong royong yang diajarkan oleh Bung Karno dan Rasulullah SAW. “Jadi hari ini bersama-sama kita gotong royong memperingati HUT RI ke-79 dan bersih desa, semuanya bekerja bersama untuk membangkitkan semangat agar kita dapat terus membangun Kabupaten Malang yang semakin makmur,” terangnya.

Hadir dalam acara ini jajaran Kepala Perangkat Daerah Kabupaten Malang, Camat dan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Karangploso, Kepala Desa Donowarih, serta Kepala Desa se-Kecamatan Karangploso, tokoh masyarakat, dan seluruh warga Dusun Borogragal.

Bupati Sanusi juga menegaskan bahwa akses jalan menuju Dusun Borogragal akan segera diperbaiki. Selain itu, Pemerintah Kabupaten Malang akan memberikan Dana Desa kepada Kecamatan terlebih dahulu, yang kemudian akan didistribusikan ke desa-desa untuk pemerataan pembangunan.

“Setiap Kecamatan akan diberi 10 miliar rupiah agar nanti maksimal dalam membangun desa,” ungkap Sanusi.

Dalam kesempatan ini, Bupati Sanusi juga menekankan pentingnya pendidikan bagi anak-anak Dusun Borogragal. “Semangat merdeka yang harus kita bangun yaitu anak-anak kita di Dusun Borogragal harus sekolah. Dalam mengisi kemerdekaan ini, anak-anak wajib pintar agar bisa membantu orang tua,” tegasnya.

Camat Karangploso, Suwandi, mengapresiasi antusiasme warga dalam menghadiri acara Bersih Dusun. “Kegiatan ini menunjukkan bahwa tradisi dan budaya lokal masih sangat kuat di masyarakat kita,” ujarnya.

Sementara itu, pengamat budaya dari Universitas Brawijaya, Dr. Siti Zuhriah, menilai bahwa peran Bupati Malang dalam mendukung kegiatan adat-istiadat di desa-desa sangat penting. “Keterlibatan langsung pimpinan daerah akan menumbuhkan rasa memiliki dan semangat gotong royong di kalangan masyarakat,” paparnya kepada Zona Malang.

Pemerintah Kabupaten Malang berkomitmen untuk terus melestarikan budaya lokal sebagai identitas daerah. Masyarakat dapat memperoleh informasi lebih lanjut terkait kegiatan kebudayaan melalui situs resmi Disbudpar Kabupaten Malang di www.disparbud.malangkab.go.id atau menghubungi call center di 0341-396967.***