Transformasi Digital: Menkomdigi Dorong UMKM Keramik Dinoyo untuk Masuki Pasar Global

Dalam upaya meningkatkan daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di era digital, Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mengunjungi Kampung Wisata Keramik Dinoyo di Malang pada Sabtu, 4 Januari 2024.

Dalam acara bertajuk “Upscaling UMKM Digital: Digitalize Culture through Technology”, Meutya menekankan pentingnya digitalisasi sebagai kunci untuk membuka peluang baru bagi pelaku UMKM di seluruh negeri.

Menurut Meutya, digitalisasi tidak hanya memberi pelaku UMKM akses ke pasar yang lebih luas, tetapi juga berfungsi untuk mengangkat warisan budaya bangsa ke pentas internasional.

“Kampung Wisata Keramik Dinoyo adalah contoh nyata bagaimana digitalisasi dapat memasukkan warisan budaya ke dalam pasar global,” ujarnya dalam rilis yang dikutip dari Info Publik.

a menambahkan bahwa keberadaan kawasan ini bisa menciptakan nilai tambah dan peluang baru bagi warga sekitar.

Komitmen pemerintah dalam mendukung digitalisasi UMKM sangat kuat, terwujud melalui berbagai inisiatif, termasuk pelatihan literasi digital yang diadakan di seluruh Indonesia.

Meutya mengungkapkan bahwa pemerintah akan terus berusaha memberikan akses kepada pelaku UMKM untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka dalam memanfaatkan teknologi.

Acara tersebut juga dihadiri ratusan pelaku UMKM lokal dan masyarakat yang antusias berinteraksi dengan Menkomdigi.

Dalam dialog interaktif itu, mereka berbagi pengalaman dan strategi untuk memperkuat daya saing bisnis mereka melalui penggunaan teknologi digital.

Meutya menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi dalam memperbesar skala usaha dan memperkuat keberlanjutan budaya lokal.

Sebagai bagian dari komitmennya, Meutya memberikan pelatihan langsung kepada pelaku UMKM di Kampung Dinoyo mengenai penggunaan berbagai platform digital.

Ini termasuk media sosial, e-commerce, dan aplikasi pembayaran yang dapat meningkatkan efisiensi operasional.

“Kami ingin memastikan bahwa teknologi dapat memperluas pasar dan meningkatkan daya saing UMKM,” tegasnya.

“Digitalisasi bukan hanya tentang teknologi, tetapi juga tentang pemberdayaan masyarakat untuk menciptakan ekonomi yang lebih inklusif.”

Meutya juga percaya bahwa inisiatif ini akan menginspirasi lebih banyak UMKM di seluruh Indonesia untuk melakukan transformasi digital.

Kampung Dinoyo sendiri dikenal memiliki 23 kios UMKM yang menghasilkan antara empat hingga lima juta unit keramik.

Dengan omzet rata-rata bulanan mencapai Rp20-24 juta, keberadaan industri keramik ini berkontribusi signifikan terhadap perekonomian lokal, meningkatkan pendapatan masyarakat hingga 40 persen.