MALANG – Kurma, buah manis yang satu ini, memang tak bisa dipisahkan dari bulan Ramadan. Identik sebagai hidangan pembuka puasa, kurma bahkan dianjurkan Rasulullah SAW untuk dikonsumsi dalam jumlah ganjil. Lantas, apa sebenarnya alasan di balik anjuran tersebut?
Sunnah Rasulullah SAW dalam mengonsumsi kurma saat sahur dan berbuka puasa bukan tanpa dasar. Beliau sendiri memiliki kebiasaan tersebut. Sebuah hadits menyebutkan, “Jika salah satu di antara kalian ingin berbuka puasa, maka berbukalah dengan kurma. Jika tidak ada, maka cukup dengan air, karena air itu bersih dan mensucikan.” (HR Imam Lima, dinilai shahih oleh Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban, dan Al Hakim). Lebih lanjut, Rasulullah SAW juga memilih mengonsumsi kurma dalam jumlah ganjil, seperti 1, 3, 5, 7, atau 9 butir.
Salah satu alasan utama di balik kebiasaan ini adalah kecintaan Rasulullah SAW terhadap angka ganjil. Dr. KH. Rachmat Morado Sugiarto dalam bukunya, “Adab Sunnah”, menjelaskan bahwa preferensi ini tercermin dalam berbagai aspek kehidupan beliau, termasuk saat berbuka puasa, sahur, dan sebelum melaksanakan salat Idul Fitri. Hal ini diperkuat oleh hadits riwayat Anas bin Malik, “Pada hari raya, Rasulullah SAW tidak berangkat untuk melaksanakan salat hingga beliau makan beberapa butir kurma. Anas berkata: ‘Beliau makan beberapa kurma dengan bilangan ganjil’.” (Shahih Al-Bukhari, 2/17 hadits 953).
Selain itu, mengonsumsi kurma dalam jumlah ganjil juga dipercaya memiliki manfaat kesehatan dan perlindungan dari bahaya racun serta sihir. Romy Hernadi dalam bukunya, “24 Jam Belajar Sunnah Nabi”, mengutip hadits riwayat Sa’ad bin Abi Waqqash, di mana Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa mengonsumsi tujuh butir kurma Ajwa pada pagi hari, maka pada hari itu ia tidak akan terkena racun maupun sihir.” (HR Al-Bukhari). Bahkan, Rasulullah SAW pernah bersabda, “Kurma Ajwa berasal dari Surga dan merupakan obat dari racun.” (HR Ibnu Majah dan At-Tirmidzi).
Keutamaan kurma tidak hanya terbatas pada saat berbuka puasa. Dr. Muhammad Murtaza bin Aish dalam bukunya, “80 Hadits Pilihan Beserta Biografi Perawi dan Faedah Ilmiah”, menyebutkan bahwa kurma juga disunnahkan saat sahur. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah SAW bersabda, “Sebaik-baik sahurnya seorang mukmin adalah kurma kering.” (HR Abu Dawud). Hikmah dari sunnah ini antara lain, kurma adalah makanan yang diberkahi, memberikan energi untuk menjalani puasa, dan cukup sebagai bekal sahur jika tidak ada makanan lain.
Keistimewaan kurma juga ditegaskan dalam Al-Qur’an. Dalam Surat Maryam ayat 25, Allah SWT berfirman, “Dan goyangkanlah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu.” Selain itu, dalam Surat Asy-Syu’ara ayat 148 disebutkan, “Dan tanam-tanaman serta pohon-pohon kurma yang mayangnya lembut.”
Kebiasaan Rasulullah SAW mengonsumsi kurma dalam jumlah ganjil bukan sekadar tradisi, melainkan mengandung hikmah besar dari segi sunnah, kesehatan, dan spiritual. Dengan mengikuti kebiasaan ini, umat Islam diharapkan dapat meraih berkah dan manfaat yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW. (kis/fir)
Ringkasan Berita:
- Kurma disunnahkan untuk dikonsumsi saat sahur dan berbuka puasa.
- Rasulullah SAW menganjurkan mengonsumsi kurma dalam jumlah ganjil.
- Angka ganjil disukai Rasulullah SAW dan dipercaya memiliki manfaat spiritual.
- Kurma Ajwa dipercaya memiliki khasiat menangkal racun dan sihir.
- Kurma disebutkan dalam Al-Qur’an sebagai buah yang istimewa.
Sumber: Kabar Malang







