Dinsos P3AP2KB Kota Malang Tekankan Peran Keluarga Cegah Kekerasan Perempuan dan Anak

MALANG, Zona Malang – Peran keluarga sangat penting untuk mencegah kekerasan pada perempuan dan anak, demikian disampaikan oleh Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) Kota Malang, Donny Sandito Widoyoko.

Donny menjelaskan, terdapat beberapa program yang beririsan dengan perlindungan perempuan dan anak, di antaranya Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) dan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) yang tersebar di masing-masing kelurahan. Selain itu, di tiap kelurahan juga sudah ada program Kelurahan Layak Anak dan Duta Generasi Berencana.

“Paling tidak bisa memaksimalkan dan memanfaatkan itu (untuk melindungi perempuan dan anak),” ujar Donny.

Selain memanfaatkan program tersebut, Dinsos-P3AP2KB Kota Malang juga mendorong peran keluarga untuk melindungi perempuan dan anak dari berbagai jenis tindakan kekerasan. Terlebih lagi, pada Kamis (27/2/2025) lalu, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Malang telah melakukan penggerebakan terhadap sebuah rumah kos.

Di dalamnya terjaring puluhan pemuda pemudi yang tidak memiliki ikatan hubungan suami istri. Bahkan lima di antaranya kedapatan membuka jasa layanan open booking out (BO) atau jasa layanan prostitusi secara daring.

“Peran keluarga sangat penting untuk pencegahan sehingga tidak terjerumus dalam praktik asusila,” tegas Donny.

Donny menekankan bahwa yang terpenting adalah komunikasi. Jadi paling tidak, bisa saling mengawasi. Lebih lanjut, ketika seorang anak tidak berada di bawah pengawasan orang tua secara langsung, setidaknya ada pihak yang mendapatkan amanah untuk menjadi wali orang tua untuk mengawasi.

“Salah satu fungsinya masyarakat wajib melapor ya itu,” ujar Donny. “Supaya ketua RT tahu kalau di situ ada warga baru, pekerjaannya, dan bisa mengawasi bersama.”

Donny juga menyampaikan bahwa Dinsos-P3AP2KB Kota Malang telah melakukan berbagai upaya untuk melindungi perempuan dan anak dari tindak kekerasan. Salah satunya adalah dengan mengoptimalkan program Puspaga dan PATBM yang tersebar di seluruh kelurahan.

Selain itu, program Kelurahan Layak Anak dan Duta Generasi Berencana juga menjadi fokus perhatian. Donny berharap, dengan peran serta masyarakat dan keluarga, tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak dapat diminimalisir.

“Kami terus berupaya untuk mencegah dan menangani kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Malang,” pungkas Donny. (tik/fir)

Sumber: Kabarmalang