Sampah Organik Jadi Berkah, Kelurahan Cemorokandang Berdayakan Warga Melalui Pelatihan Pengelolaan

MALANG, Zona Malang – Kelurahan Cemorokandang, Kota Malang, menggelar pelatihan pengelolaan sampah organik rumah tangga menjadi pupuk kompos. Kegiatan ini merupakan upaya mendukung program “zero waste” dan mengajak masyarakat untuk bijak dalam mengelola sampah.

Sekretaris Kelurahan Cemorokandang, Misnan, menjelaskan bahwa pelatihan ini dilakukan melalui Lodong Sesa Dapur (Loseda) bagi kelompok kerja (pokja) sehat dan kader lingkungan. Harapannya, setelah mengikuti pelatihan, para peserta dapat menerapkan ilmu yang didapat di wilayah masing-masing.

Pelatihan diikuti oleh 15 perwakilan Pokja Sehat dan 15 kader lingkungan dari masing-masing RW di Kelurahan Cemorokadang. Pemateri dalam pelatihan ini adalah Bank Sampah Eltari M-230 Kelurahan Cemorokandang.

Misnan berharap, kegiatan ini dapat membuat para kader pokja sehat dan kader lingkungan semakin aktif dan berperan dalam berbagai kegiatan lingkungan, mulai dari pengelolaan sampah, penghijauan, dan edukasi kesehatan masyarakat.

“Semoga kegiatan hari ini bisa menjadi inspirasi bagi semua warga. Semakin bersemangat dalam menjaga, melestarikan, dan lebih peduli terhadap lingkungan,” harap Misnan.

Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) demi menjaga dan menciptakan lingkungan yang bersih, sehingga kesehatan dan kualitas hidup masyarakat dapat tercapai.

Pemateri dari Bank Sampah Eltari M-230, Yusup Karyawan, menjelaskan bahwa sistem Loseda adalah metode pengelolaan sampah organik rumah tangga yang sederhana dan efektif. Dengan memanfaatkan limbah sampah dapur, masyarakat dapat membuat pupuk kompos menggunakan pipa atau paralon yang ditanam secara vertikal di tanah.

“Setelah sampah organik dimasukkan, kemudian diberikan dekomposer dari air cucian beras dan molase. Setelah itu, tunggu selama dua sampai tiga bulan, panen kompos sudah bisa dilakukan,” jelas Yusup.

Yusup menambahkan bahwa dengan penanganan yang tepat, sampah tidak akan lagi menjadi permasalahan. Melalui pelatihan ini, diharapkan masyarakat dapat menerapkan sistem Loseda untuk mengelola sampah organik rumah tangga menjadi pupuk kompos yang bermanfaat.

Lebih lanjut, Misnan menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Kelurahan Cemorokandang untuk mendukung program “zero waste” dan mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi warga lainnya untuk turut serta dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Sumber: Kabarmalang