MALANG, Zona Malang – Program Bimbingan Fisik untuk Kemandirian dan Aksesibilitas Penyandang Disabilitas melalui Pelatihan Cleaning Service Tahun 2025 yang digelar oleh Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kota Malang merupakan inisiatif yang sangat baik.
Pelatihan cleaning service ini bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas layanan sosial bagi penyandang disabilitas, memulihkan fungsi sosial mereka, serta mendorong kemandirian, kemampuan berkarya, dan pemberdayaan penyandang disabilitas.
Manfaat dari pelatihan ini adalah memberikan keterampilan praktis di bidang cleaning service yang dapat langsung diterapkan di dunia kerja, membuka peluang kerja, dan menciptakan sumber penghasilan bagi penyandang disabilitas. Hal ini dapat meningkatkan rasa percaya diri dan harga diri mereka melalui kemampuan untuk bekerja dan berkontribusi.
Program ini juga mendorong inklusi sosial dengan memberikan kesempatan yang sama bagi penyandang disabilitas untuk berpartisipasi dalam masyarakat. Dengan memiliki pekerjaan dan kemandirian, kualitas hidup penyandang disabilitas dapat meningkat secara signifikan.
Bimbingan fisik sangat penting untuk memastikan penyandang disabilitas dapat melakukan tugas-tugas cleaning service dengan aman dan efektif. Pelatihan ini mencakup latihan kekuatan, fleksibilitas, dan teknik-teknik ergonomis untuk mencegah cedera. Penyesuaian alat dan teknik kerja sesuai dengan kebutuhan individu juga merupakan bagian penting dari bimbingan fisik.
“Program ‘Bimbingan Fisik untuk Kemandirian dan Aksesibilitas Penyandang Disabilitas melalui Pelatihan Cleaning Service Tahun 2025’ memiliki potensi besar untuk memberikan dampak positif bagi kehidupan penyandang disabilitas,” kata Kepala Dinsos P3AP2KB Kota Malang.
Dengan perencanaan dan pelaksanaan yang baik, program ini dapat menjadi model bagi inisiatif serupa di masa depan. Diharapkan, program ini dapat memberikan kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk meningkatkan keterampilan, memperoleh pekerjaan, dan mencapai kemandirian ekonomi.
Salah satu peserta pelatihan, Andi, yang menggunakan kursi roda, mengungkapkan antusiasmenya. “Saya sangat senang bisa mengikuti pelatihan ini. Saya berharap dapat memperoleh keterampilan yang berguna untuk mendapatkan pekerjaan dan meningkatkan kehidupan saya,” ujarnya.
Selain itu, Dinsos P3AP2KB Kota Malang juga bekerja sama dengan beberapa perusahaan cleaning service untuk memfasilitasi penempatan kerja bagi peserta pelatihan yang telah menyelesaikan program. Hal ini diharapkan dapat memberikan kesempatan yang lebih luas bagi penyandang disabilitas untuk mandiri secara ekonomi.
Program ini juga mendapat dukungan dari pemerintah daerah dan masyarakat. Wali Kota Malang, Sutiaji, menyatakan bahwa program ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan inklusi dan kesejahteraan penyandang disabilitas di Kota Malang.
Dengan komitmen yang kuat dari pemerintah, kerja sama dengan sektor swasta, dan semangat dari para peserta, program “Bimbingan Fisik untuk Kemandirian dan Aksesibilitas Penyandang Disabilitas melalui Pelatihan Cleaning Service Tahun 2025” diharapkan dapat menjadi contoh inspiratif bagi inisiatif serupa di daerah lain.
Sumber: Kabarmalang







