MALANG, Zona Malang – Universitas Islam Malang (Unisma) baru saja menggelar peringatan Nuzulul Qur’an dan Ijazahan Sanad Alquran, sebuah acara yang dihadiri oleh keluarga besar Unisma, termasuk dosen, karyawan, dan mahasiswa. Acara ini diselenggarakan pada Kamis (20/3) dan berlangsung di Masjid Ainul Yaqin Unisma.
Salah satu sorotan utama dalam acara ini adalah kehadiran narasumber terkemuka, Prof. Dr. KH. Said Agil Husin Al Munawar, Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Beliau memberikan ceramah inspiratif seputar Alquran dan makna puasa, membagikan wawasan yang mendalam kepada seluruh peserta.
Dalam sambutan pembuka, Rektor Unisma, Prof. Drs. H. Junaidi, M.Pd., menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Prof. Said Agil Husin Al Munawar. Rektor Junaidi menyebutkan bahwa kehadiran Prof. Said Agil di Unisma bagaikan pulang ke rumah lama, mengingat besarnya kontribusi beliau dalam pendirian dan pengembangan program Pascasarjana Unisma.
Selain itu, Prof. Said Agil juga pernah mengajar di Unisma sebelum diangkat menjadi Menteri Agama oleh Presiden Megawati Soekarnoputri. “Semoga beliau senantiasa diberikan kesehatan dan terus menebar ilmu serta kebaikan,” ujar Prof. Junaidi.
Dalam sambutannya, Rektor Junaidi menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi momen refleksi spiritual, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antara seluruh keluarga besar Unisma. “Peringatan Nuzulul Qur’an ini menjadi pengingat akan pentingnya Alquran sebagai pedoman hidup, serta momentum untuk memperdalam pemahaman dan pengamalan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari,” imbuhnya.
Dalam ceramahnya, Prof. Said Agil mengupas tuntas tentang puasa dalam perspektif Alquran. Ia menjelaskan bahwa kata puasa disebut sebanyak 13 kali dalam Alquran, dengan variasi kata seperti shiyam, shaum, wa an tashumu dan fal yasum. Namun, tidak semua penyebutan tersebut merujuk pada puasa Ramadan. Hanya empat ayat dalam Surat Al Baqarah (ayat 183, 184, 185, dan 187) yang secara spesifik membahas puasa Ramadan.
“Puasa juga disebut dalam konteks lain, seperti dalam Surat An-Nisa’ ayat 92 yang membahas puasa sebagai ganti denda dalam kasus pembunuhan tidak sengaja,” tutur Prof. Said Agil.
Selain itu, acara ini juga diisi dengan kegiatan Ijazahan Sanad Alquran, memberikan kesempatan bagi peserta untuk mendapatkan ijazah atau sertifikat sebagai bukti penguasaan dan pemahaman terhadap Alquran.
Kegiatan Nuzulul Qur’an dan Ijazahan Sanad Alquran di Unisma ini diharapkan dapat menjadi momentum bagi seluruh keluarga besar Unisma untuk semakin mendekatkan diri kepada Alquran, serta memperdalam pemahaman dan pengamalan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Tidak hanya itu, acara ini juga menjadi ajang untuk mempererat tali silaturahmi dan membangun kebersamaan di antara seluruh civitas akademika Unisma. Diharapkan, kegiatan-kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di masa mendatang, sehingga Unisma dapat menjadi pusat pengembangan keilmuan dan keislaman yang semakin kuat.
Dengan hadirnya Prof. Said Agil Husin Al Munawar, seorang tokoh terkemuka dalam bidang keislaman, acara ini semakin menarik perhatian dan menjadi semakin bermakna bagi seluruh peserta. Semoga ilmu dan inspirasi yang disampaikan dapat menjadi bekal bagi seluruh keluarga besar Unisma untuk terus berjuang dalam memperkuat nilai-nilai keislaman dan memajukan pendidikan di Tanah Air.







